MARKET NEWS

Wall Street Dibuka Menguat, Investor Nantikan Risalah The Fed hingga Musim Laporan Keuangan

Desi Angriani 06/07/2026 21:42 WIB

Wall Street dibuka menguat seiring kembalinya investor ke pasar setelah libur panjang akhir pekan.

Wall Street Dibuka Menguat, Investor Nantikan Risalah The Fed hingga Musim Laporan Keuangan (Foto: dok AP)

IDXChannel - Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026) waktu setempat, seiring kembalinya investor ke pasar setelah libur panjang akhir pekan.

Melansir Investing, indeks S&P 500 naik 0,5 persen ke level 7.519,06. Indeks berbasis teknologi Nasdaq Composite menguat 0,9 persen menjadi 26.042,42, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 0,1 persen ke posisi 52.828,45.

Penguatan tersebut melanjutkan tren positif pekan sebelumnya. Dalam perdagangan yang dipersingkat karena libur nasional AS, Dow Jones mencatat kenaikan hampir 2 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 1,8 persen dan 2,1 persen.

Sentimen positif datang setelah data ketenagakerjaan AS pada Juni dirilis lebih lemah dari perkiraan. Kondisi itu meredakan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat, sehingga mendorong minat investor terhadap aset berisiko.

Meski demikian, pasar masih dibayangi kekhawatiran mengenai tingginya valuasi saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

Belanja modal untuk membangun infrastruktur AI terus meningkat, memunculkan pertanyaan mengenai kapan investasi besar tersebut akan mulai menghasilkan keuntungan yang sepadan.

Tekanan paling besar terjadi pada saham sektor semikonduktor. Selama dua pekan terakhir, Philadelphia Semiconductor Index, yang menjadi acuan kinerja saham produsen chip, telah melemah sekitar 12 persen, meski secara tahun berjalan masih membukukan kenaikan.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada risalah rapat The Federal Reserve periode Juni yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (9/7/2026) waktu setempat. Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Pada pertemuan Juni lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen, namun proyeksi pejabat bank sentral masih membuka peluang kenaikan suku bunga satu kali hingga akhir tahun.

Ketua The Fed Kevin Warsh juga dikabarkan akan mengumumkan susunan tim tugas yang akan mengevaluasi berbagai aspek operasional bank sentral, mulai dari strategi komunikasi hingga metode analisis data.

Selain kebijakan moneter, investor juga mulai bersiap menyambut musim laporan keuangan kuartal II-2026. Sejumlah emiten besar yang dijadwalkan merilis kinerja dalam waktu dekat antara lain Levi Strauss, PepsiCo, dan Delta Air Lines.

(DESI ANGRIANI)

SHARE