MARKET NEWS

Wall Street Dibuka Turun Jelang Tenggat Trump untuk Iran

Rahmat Fiansyah 07/04/2026 22:30 WIB

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada Selasa (7/4/2026) seiring meningkatnya kehati-hatian investor soal Iran.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada Selasa (7/4/2026) seiring meningkatnya kehati-hatian investor soal Iran. (Foto: FT)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada Selasa (7/4/2026) seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang tenggat yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah AS dilaporkan menyerang target militer Iran di Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak negara tersebut. Di sisi lain, Iran menyatakan tidak akan lagi menahan diri untuk menyerang infrastruktur negara-negara Teluk.

Selain itu, Iran memperingatkan potensi penutupan jalur pelayaran Bab el-Mandeb jika situasi semakin memburuk. Pernyataan ini muncul menjelang tenggat yang ditetapkan Trump, yang hingga kini belum mendapat respons positif dari Teheran.

Chief Investment Officer Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli mengatakan, reaksi pasar mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik tidak akan segera berakhir.

“Apa yang terlihat dari reaksi pasar adalah pengakuan bahwa akhir konflik tidak sedekat yang diharapkan,” katanya dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan, eskalasi serangan dan retorika dari kedua belah pihak membuat pelaku pasar berada dalam posisi tidak nyaman dan meningkatkan risiko skenario yang lebih buruk.

“Konflik ini kemungkinan besar akan berlanjut dengan serangan atau peningkatan retorika dari kedua sisi yang membuat pasar kembali gelisah,” ujarnya.

Secara sektoral, saham teknologi menjadi penekan utama. Indeks teknologi S&P 500 turun 1,7 persen, dengan saham Apple anjlok 3,8 persen dan menjadi beban terbesar bagi tiga indeks utama.

Namun, kenaikan saham Broadcom sebesar 3 persen membatasi pelemahan setelah perusahaan meneken kesepakatan jangka panjang dengan Google untuk mengembangkan chip kecerdasan buatan.

Sementara itu, sektor energi menguat 1,8 persen, sementara saham UnitedHealth melonjak 7,7 persen dan menahan penurunan indeks Dow. Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah AS menaikkan pembayaran kepada perusahaan asuransi untuk program Medicare Advantage. Saham Humana naik 4,5 persen dan CVS Health menguat 3,7 persen.

Pada perdagangan pukul 10.08 waktu setempat, indeks Dow Jones turun 0,88 persen ke 46.261,01, S&P 500 melemah 0,99 persen ke 6.546,61, dan Nasdaq terkoreksi 1,45 persen ke 21.677,16.

Sebelumnya, Wall Street sempat ditutup menguat pada Senin, menandai kenaikan empat hari berturut-turut untuk S&P 500 dan Nasdaq, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan konflik Timur Tengah serta bersiap menghadapi musim laporan keuangan.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data inflasi untuk menilai dampak kenaikan harga minyak akibat konflik terhadap tekanan harga. Perang Iran juga memperumit prospek suku bunga The Federal Reserve di tengah kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE