IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (6/4/2026) setelah mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam empat bulan terakhir. Investor masih mencermati peluang berakhirnya konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi sentimen pasar global.
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan sedang membahas kerangka rencana untuk mengakhiri konflik, meskipun Iran menolak langkah segera untuk membuka kembali Selat Hormuz. Presiden AS, Donald Trump menetapkan tenggat waktu Selasa untuk pembukaan kembali jalur tersebut.
Kendati begitu, investor mendapat sentimen positif dari laporan bahwa AS, Iran, dan sejumlah mediator regional sedang membahas kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari.
“Pasar saham adalah indikator yang sangat baik untuk aktivitas di masa depan. Investor memperkirakan pemulihan setelah aksi jual yang terjadi sebelumnya. Wall Street masih bersikap wait and see, tetapi pasar bertaruh hasil akhirnya akan positif,” kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall dikutip dari Reuters.
Sektor teknologi pada indeks S&P 500 menjadi pendorong utama penguatan dengan kenaikan sekitar 0,4 persen, dipimpin saham perusahaan chip. Saham Seagate melonjak setelah Morgan Stanley memasukkannya ke dalam daftar saham unggulan. Sementara itu, saham sektor industri dan pertambangan justru melemah.