sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Investor Khawatir Inflasi Meningkat, Wall Street Ditutup Melemah

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
20/05/2026 06:39 WIB
Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Selasa (18/5/2026), didorong oleh kurangnya terobosan antara Washington dan Iran
Investor Khawatir Inflasi Meningkat, Wall Street Ditutup Melemah (FOTO:iNews Media Group)
Investor Khawatir Inflasi Meningkat, Wall Street Ditutup Melemah (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Selasa (18/5/2026), didorong oleh kurangnya terobosan antara Washington dan Iran serta dimulainya kembali aksi jual obligasi global. 

Saham teknologi merosot sehari sebelum pengumuman pendapatan kuartalan Nvidia, meskipun ditutup jauh di atas titik terendah.

Dilansir dari laman Investing Rabu (20/5/2026), Indeks acuan S&P 500 ditutup 0,6 persen lebih rendah pada 7.355,45 poin, setelah sebelumnya turun hingga 0,9 persen. NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,8 persen menjadi 25.870,71 poin, mengurangi penurunan hingga 1,5 persen. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,7% menjadi 49.364,31 poin, mengurangi penurunan hingga 0,9 persen.

"Aksi ambil untung sedang berlangsung, karena kekhawatiran investor tentang inflasi terus meningkat. Aksi jual obligasi global juga terus menekan pasar saham. Perusahaan-perusahaan cloud berada di bawah tekanan setelah Google dan Blackstone mengumumkan usaha patungan untuk menciptakan pusat data menggunakan Google TPU. Saham-saham memori, penyimpanan, dan semikonduktor kembali pulih setelah penurunan kemarin," kata Michael O’Rourke, Kepala Ahli Strategi Pasar di Jones Trading, kepada Investing.com.

Di sisi lain, perkembangan di Timur Tengah terus menyita banyak perhatian, setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia telah membatalkan serangan baru terhadap Iran, menyusul permintaan dari tiga pemimpin Teluk.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement