IDXChannel - Wall Street pada hari Senin (18/5/2026) ditutup beragam, ditandai dengan naik turunnya harga, karena para pedagang memandang aksi jual obligasi global yang mereda serta adanya kebuntuan yang berkepanjangan antara AS dan Iran.
Dilansir dari laman Investing Selasa (19/5/2026), laporan media mengatakan bahwa Washington dan Teheran telah melakukan perubahan pada proposal masing-masing untuk mengakhiri perang, tetapi masih berbeda pendapat mengenai terobosan diplomatik apapun.
Harga minyak juga naik setelah periode fluktuasi di tengah insiden keamanan baru di Timur Tengah. Presiden Donald Trump menyebut, pihaknya akan menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Iran untuk hari Selasa.
Kerugian di sektor teknologi juga membebani pasar menjelang pendapatan kuartalan Nvidia pada akhir pekan ini, dan akan menjadi ujian besar bagi perdagangan kecerdasan buatan yang telah memainkan peran utama dalam mendorong saham AS kembali ke rekor tertinggi.
Indeks acuan S&P 500 turun 0,1 persen menjadi 7.402,81 poin, indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,5 persen menjadi 26.090,73 poin, dan indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip naik 0,3 persen menjadi 49.686,12 poin.