Wall Street Dibuka Turun, Perang Timur Tengah Bayangi Pasar
Indeks-indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat setelah ketegangan AS-Iran kembali meningkat.
IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat. Sentimen investor tertekan oleh memanasnya kembali hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membayangi prospek perdamaian di Timur Tengah.
Iran menyatakan tidak akan bertemu dengan utusan utama AS yang dikirim ke kawasan tersebut setelah pecahnya konflik. Meski kedua negara dilaporkan tetap menggelar pembicaraan teknis di Doha, perbedaan pernyataan dari kedua pihak membuat peluang tercapainya kesepakatan dinilai masih kecil.
Pada pukul 10.01 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 65,31 poin atau 0,11 persen ke level 52.262,87. S&P 500 melemah 19,85 poin atau 0,26 persen menjadi 7.479,82, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 141,90 poin atau 0,54 persen ke posisi 26.073,29.
Padahal, sepanjang kuartal II-2026, S&P 500 dan Nasdaq membukukan kinerja kuartalan terbaik sejak 2020. Sementara itu, Dow Jones mencatat performa kuartalan terbaik sejak 2022.
Kepala Riset Global Invesco, Benjamin Jones menilai optimisme investor belum berubah menjadi euforia meski pasar sempat mencatat reli kuat. Dia mengatakan pelaku pasar masih bersikap tenang di tengah berbagai ketidakpastian.
"Saya tidak melihat ada euforia besar di pasar saat ini. Suasana pasar cukup tenang, tetapi belum sampai lengah," katanya dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, investor juga mengkhawatirkan kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS masih berpotensi menaikkan suku bunga setidaknya satu kali lagi hingga akhir tahun demi mengendalikan inflasi.
Sektor teknologi menjadi penekan terbesar dengan indeks teknologi S&P 500 turun 1,4 persen. Namun, saham Meta Platforms melonjak 8,4 persen setelah muncul laporan bahwa induk Facebook tersebut tengah membangun bisnis layanan komputasi awan untuk menjual kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI) yang berlebih. Alhasil, indeks layanan komunikasi S&P 500 justru naik 2,3 persen.
Dari sisi data ekonomi, aktivitas manufaktur AS melambat pada Juni setelah melonjak pada bulan sebelumnya, berdasarkan data Institute for Supply Management (ISM). Investor kini menantikan laporan tenaga kerja nonfarm payrolls yang akan dirilis Kamis sebagai petunjuk kondisi ekonomi dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Pergerakan saham individual juga menjadi sorotan. Saham Shutterstock anjlok hampir 31 persen setelah membatalkan rencana merger dengan Getty Images. Sementara itu, saham Kroger turun 1 persen usai mengumumkan akuisisi jaringan supermarket regional Giant Eagle senilai USD1,65 miliar.
(Rahmat Fiansyah)