MARKET NEWS

Wall Street Kompak Menguat, Pasar Kurangi Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

Rahmat Fiansyah 04/09/2026 06:15 WIB

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup kompak menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis (3/9/2026).

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup kompak menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis (3/9/2026). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup kompak menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis (3/9/2026), setelah pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Penguatan dipicu pernyataan Gubernur The Fed, Christopher Waller yang menyatakan akan mendukung suku bunga tetap apabila data menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda.

Dikutip dari Reuters, tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat lebih dari 1 persen. Nasdaq mencatat kenaikan terbesar setelah saham-saham teknologi berkapitalisasi besar yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven menguat. Ketiga indeks juga berada di jalur kenaikan untuk sepanjang pekan ini.

Waller mengatakan dia cenderung mempertahankan suku bunga acuan apabila data mendatang mengonfirmasi bahwa tekanan harga terus mereda. Namun, dia tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan.

Pernyataan tersebut membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September 2027. Berdasarkan data FedWatch CME, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi 50,4 persen dari 63,2 persen.

Imbal hasil US Treasury acuan juga kembali turun untuk sesi kedua berturut-turut setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak November 2023. Ekspektasi kenaikan suku bunga dalam beberapa sesi terakhir naik seiring lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang akibat kekhawatiran terhadap inflasi, membengkaknya utang, dan ketidakpastian geopolitik.

“Komentar dari Gubernur The Fed Waller memberikan dorongan luas bagi pasar secara keseluruhan,” kata Senior Investment Director U.S. Bank Wealth Management, Bill Northey.

Dari sisi ekonomi, sejumlah data yang dirilis Kamis menunjukkan kondisi yang relatif positif. Klaim pengangguran berada di level rendah, sementara aktivitas sektor jasa mengalami percepatan. Namun, harga input sektor jasa mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022 dan defisit perdagangan internasional AS melebar 24,4 persen.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (4/9/2026). Ekonomi AS diperkirakan menciptakan 56.000 lapangan kerja pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di 4,1 persen.

Dow Jones Industrial Average naik 624,16 poin atau 1,18 persen menjadi 53.686,11. S&P 500 menguat 81,11 poin atau 1,06 persen menjadi 7.747,71, sedangkan Nasdaq Composite naik 366,23 poin atau 1,40 persen menjadi 26.584,06.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor consumer discretionary mencatat kenaikan terbesar, sedangkan sektor energi menjadi yang tertinggal. Saham Nvidia naik 1,8 persen setelah mengumumkan rencana mengakuisisi platform pengembang Hugging Face senilai USD12,9 miliar. 

Sementara itu, saham Broadcom turun 2,7 persen setelah memberikan proyeksi pendapatan kuartal IV yang lebih rendah dari ekspektasi. Saham Snowflake melonjak 16,6 persen setelah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat, sementara ServiceNow, Salesforce, dan Adobe masing-masing menguat antara 2,1 persen hingga 6,5 persen.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE