Wall Street Kompak Merah, Saham Teknologi Jadi Beban Penurunan Terbesar
Indeks-indeks utama Wall Street turun ke level terendah dalam dua pekan terakhir pada pembukaan perdagangan, Selasa (18/8/2026) waktu setempat.
IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street turun ke level terendah dalam dua pekan terakhir pada pembukaan perdagangan, Selasa (18/8/2026) waktu setempat. Ketiganya tertekan oleh penurunan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
Sementara itu, memudarnya harapan akan kesepakatan damai Amerika Serikat (AS)-Iran mempertahankan kenaikan harga minyak dan menjaga imbal hasil obligasi pemerintah tetap berada di puncak tertinggi dalam beberapa tahun.
Dilansir dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 132,55 poin atau 0,25 persen menjadi 53.327,23, kemudian S&P 500 kehilangan 35,37 poin atau 0,46 persen ke level 7.709,69, sementara Nasdaq Composite melemah 275,95 poin, atau 1,04 persen menjadi 26.368,96.
Iran menyatakan akan beralih ke postur militer yang sepenuhnya ofensif karena upaya negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen dengan AS mengalami kebuntuan, sementara Washington menolak memperpanjang perjanjian gencatan senjata sementara yang berakhir pada 17 Agustus.
Perkembangan ini mendorong harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,5 persen ke level tertinggi dalam sekitar tiga minggu. Sektor Energi S&P 500 naik 1,4 persen.
Imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun berada di level tertinggi sejak 2007, sementara imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun bertahan di dekat level tertinggi sejak Januari 2025.
"Imbal hasil obligasi membuat orang khawatir karena hal itu mengisyaratkan kondisi yang lebih ketat dan biaya pinjaman uang akan menjadi lebih mahal," kata Kepala Investasi Bokeh Capital Partners Kim Forrest.
"Terutama terkait tren AI ini, di mana jangka waktu pengembalian modalnya tidak pasti. Hal ini menciptakan suasana yang membuat investor cemas," katanya.
Sebagian besar saham berkapitalisasi sangat besar dan saham yang sedang mengalami pertumbuhan, mengalami penurunan. Sebab, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah berpotensi menurunkan nilai kini dari laba teknologi di masa depan serta meningkatkan biaya pinjaman perusahaan.
Nvidia turun 2 persen, dan Meta Platforms melorot 3 persen. Sektor Teknologi Informasi S&P 500 menjadi penekan terbesar dengan penurunan 1,5 persen.
Produsen chip juga mengalami tekanan jual yang kuat, di mana indeks Philadelphia SE Semiconductor turun 3,7 persen ke level terendah dalam satu minggu.
Di tengah volatilitas pasar, investor beralih ke saham sektor kesehatan dan barang kebutuhan pokok konsumen yang secara tradisional dianggap sebagai saham defensif.
Saham teknologi AS mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir karena investor masih merasa cemas mengenai apakah belanja besar-besaran di sektor AI membuahkan hasil atau tidak.
Risalah rapat Federal Reserve pada Juli, yang dijadwalkan rilis pada Rabu, dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai bagaimana bank sentral menilai kondisi saat ini.
(Dhera Arizona)