Wall Street Menguat, Dow Jones Ditutup Rekor Dipicu Meredanya Ketegangan AS-Iran
Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Agustus 2026 dengan penguatan signifikan, ditandai dengan rekor baru Dow Jones.
IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Agustus 2026 dengan penguatan signifikan. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada level rekor tertinggi setelah muncul optimisme meredanya ketegangan antara AS dan Iran yang turut menekan harga minyak serta imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury).
Sentimen positif dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dengan Iran akan berlangsung pada Senin waktu setempat. Pernyataan tersebut mendorong harga minyak mentah turun sekitar 5 persen, meski Iran membantah adanya rencana perundingan tersebut. Penurunan harga minyak turut menekan imbal hasil Treasury sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan, mengatakan pelaku pasar kini sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
"Setiap hari investor melihat harga minyak dan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun. Jika keduanya turun, pasar akan baik-baik saja. Namun jika naik, pasar akan tertekan," ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (4/8/2026).
Kinerja emiten sepanjang musim laporan keuangan juga menjadi penopang pasar. Berdasarkan data LSEG, laba 304 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis kinerja hingga akhir pekan lalu tumbuh 29,3 persen secara tahunan, dengan 85,2 persen di antaranya melampaui ekspektasi analis.
Sementara itu, sektor layanan komunikasi menjadi sektor dengan kinerja terbaik di indeks S&P 500 setelah naik 4,3 persen, ditopang penguatan saham Meta Platforms dan Alphabet. Sebaliknya, sektor energi turun 1,2 persen seiring pelemahan harga minyak.
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones naik 693,38 poin atau 1,32 persen ke level 53.178,41. Indeks S&P 500 menguat 110,78 poin atau 1,48 persen menjadi 7.600,50, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 540,04 poin atau 2,13 persen ke posisi 25.913,90.
Saham Amazon melonjak 4,6 persen sehingga kapitalisasi pasarnya untuk pertama kali menembus USD3 triliun. Selain itu, saham SpaceX juga menguat 5,6 persen menjelang laporan keuangan kuartalan pertamanya sebagai perusahaan publik. Investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti Advanced Micro Devices (AMD), SanDisk, dan Western Digital.
Di sisi lain, saham Bristol Myers Squibb naik tipis 0,2 persen setelah muncul laporan mengenai pembicaraan awal merger dengan AstraZeneca. Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi membentuk salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dengan valuasi mendekati USD400 miliar. Sebaliknya, saham Marriott International anjlok 7 persen setelah memproyeksikan laba kuartal III-2026 di bawah ekspektasi pasar.
Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menyatakan optimistis tekanan inflasi akan mereda secara bertahap. Namun, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan bank sentral AS. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sebesar 64,5 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang. Investor juga menantikan serangkaian data ketenagakerjaan AS pekan ini yang berpuncak pada rilis laporan tenaga kerja pemerintah pada Jumat (7/8/2026).
(Rahmat Fiansyah)