Wall Street Pekan Depan: Laporan Laba Nvidia dan Jackson Hole Bakal Uji Reli Saham
Laporan laba Nvidia dan simposium Jackson Hole Federal Reserve akan menguji asumsi di balik reli pasar saham Amerika Serikat (AS) pekan depan.
IDXChannel - Laporan laba Nvidia dan simposium Jackson Hole Federal Reserve akan menguji asumsi di balik reli pasar saham Amerika Serikat (AS) pekan depan.
Selain itu, apakah lonjakan saham yang didorong oleh AI dapat bertahan di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi dan suku bunga.
Dilansir dari Reuters, Minggu (23/8/2026), imbal hasil obligasi global melonjak minggu ini, mendorong imbal hasil Treasury tenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007. Hal ini menekan pasar saham dan memicu kekhawatiran mengenai biaya pinjaman bagi rumah tangga serta perusahaan yang berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur AI.
Upaya Kementerian Keuangan AS untuk menenangkan pasar dengan melipatgandakan pembelian kembali atau buyback utang jangka panjang hanya memberikan kelegaan sesaat. Imbal hasil kembali naik pada Kamis.
Sehingga, perhatian kini tertuju pada acara di Jackson Hole yang akan digelar pada 27–29 Agustus 2026, untuk melihat bagaimana kebijakan akan dikomunikasikan di tengah situasi di mana panduan kebijakan eksplisit (forward guidance) tidak lagi diinfokan.
Indeks S&P 500 turun minggu ini dan berada sekitar 2 persen di bawah rekor tertingginya. Kenaikan imbal hasil Treasury memicu kekhawatiran biaya pinjaman, menekan saham sektor semikonduktor, dan menyeret indeks chip Philadelphia turun sekitar 5 persen sepanjang minggu.
Laporan Kinerja Nvidia di Tengah Kegelisahan Pasar
Nvidia akan melaporkan kinerja kuartal kedua pada 26 Agustus 2026. Perusahaan ini telah menjadi tolok ukur bagi ekosistem AI yang lebih luas, mencakup produsen chip hingga perusahaan yang mendanai ekspansi pesat kapasitas pusat data. Hasil kinerjanya dapat memberikan wawasan baru mengenai permintaan yang mendasari sektor tersebut.
"Pasar saat ini sangat bergantung pada tren investasi AI, dan Nvidia jelas merupakan pemain utamanya," kata Chief Investment Officer Arena Private Wealth Erik Kratz.
"Dampaknya terasa di berbagai sektor. Banyak kesepakatan bisnis dan pendanaan yang terkait dengan Nvidia serta pembangunan infrastruktur ini," katanya.
Nvidia baru-baru ini menjalin kerja sama dengan enam lembaga keuangan besar dalam platform pembiayaan yang menargetkan dana lebih dari USD500 miliar untuk infrastruktur AI. Langkah ini menyoroti besarnya modal yang dibutuhkan seiring perusahaan dan pemerintah berlomba membangun pusat data untuk menangani beban kerja AI.
Debut Kevin Warsh di Jackson Hole
Pada saat yang sama, para investor akan mencermati acara Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai lingkungan kebijakan yang akan melandasi ekspansi tersebut. Ini akan menjadi penampilan perdana Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole sejak ia menjabat pada Mei 2026.
Dengan sikap Warsh yang menjauhi praktik forward guidance atau sinyal arah suku bunga, investor memandang acara ini sebagai kesempatan baginya untuk menunjukkan kepada pasar mengenai bagaimana dia akan menyikapi kebijakan moneter, serta menjabarkan kerangka kerja yang akan menjadi landasan strategi jangka panjangnya.
Keberadaan Warsh sempat memicu gejolak pasar setelah pertemuan pada Juli hanya memberikan sedikit isyarat mengenai respons pembuat kebijakan jika inflasi tetap tinggi secara persisten.
Dengan dirilisnya data pengeluaran konsumsi pribadi Juli serta laporan pertumbuhan ekonomi AS menjelang simposium tersebut, investor akan mendapatkan gambaran terkini mengenai inflasi dan momentum ekonomi yang dapat mengubah ekspektasi suku bunga.
Pasar kini memperhitungkan adanya peluang kenaikan suku bunga sebesar 35 persen, dengan probabilitas yang meningkat menjadi 66 persen pada Desember 2026.
(Dhera Arizona)