Wall Street Pekan Depan: Reli Saham AI Goyah, Perhatian Beralih ke Laporan Laba Perusahaan
Kelesuan pada sektor AI yang selama ini menjadi motor penggerak pasar, akan menguji keyakinan investor terhadap reli yang sedang berlangsung.
IDXChannel - Kelesuan pada sektor AI yang selama ini menjadi motor penggerak pasar, akan menguji keyakinan investor terhadap reli yang sedang berlangsung. Sehingga, perhatian investor Wall Street pada pekan depan akan tertuju pada laporan kinerja kuartalan dari sejumlah pemain kunci, termasuk Meta Platforms.
Dilansir dari Reuters, Minggu (18/10/2026), saham-saham yang terkait dengan AI—elemen sentral dalam pasar bullish yang baru saja memasuki tahun keempatnya, mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Penurunan tajam terjadi pada saham perusahaan semikonduktor serta produsen perangkat keras teknologi, seperti Dell Technologies.
Meta, salah satu perusahaan berskala masif (hyperscaler) yang menggelontorkan dana besar untuk membangun pusat data AI, menjadi sorotan utama dalam pekan pelaporan kinerja kuartalan mendatang. Selain Meta, perusahaan semikonduktor seperti Lam Research dan Texas Instruments, serta perusahaan yang dipimpin Elon Musk—SpaceX dan Tesla, juga akan merilis laporan mereka.
"Sentimen pasar saat ini terasa sedikit gelisah. Jelas ada banyak ketidakpastian mengenai posisi AI saat ini," ujar Ahli Strategi Portofolio Natixis Investment Managers Solutions, Garrett Melson.
Kekhawatiran muncul di pasar terkait risiko pendanaan dalam lonjakan pembangunan infrastruktur AI, sebuah tren yang sebelumnya telah mendongkrak laba berbagai perusahaan dan memacu pertumbuhan ekonomi. Para investor kini mencermati perkembangan terkait CoreWeave, sebuah perusahaan cloud AI yang memiliki utang sekitar USD50 miliar. Pekan ini, saham perusahaan tersebut anjlok.
Meta Memulai Rangkaian Laporan Kinerja Perusahaan Hyperscaler
Musim pelaporan kinerja perusahaan di AS akan semakin ramai pekan depan, dengan para investor menaruh harapan pada performa yang kuat. Menurut LSEG IBES, perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatatkan kenaikan laba lebih dari 30 persen pada kuartal III.
Lonjakan laba ini didorong oleh pengeluaran besar-besaran untuk pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI. Menurut Goldman Sachs, Meta merupakan salah satu dari lima perusahaan hyperscaler AI yang secara kolektif diperkirakan akan meningkatkan belanja modal mereka hingga sekitar USD1,2 triliun pada tahun depan.
Para investor sangat menantikan tanda-tanda perusahaan-perusahaan tersebut mampu menghasilkan imbal hasil dari investasi mereka, hal yang akan membangun keyakinan bahwa pengeluaran tersebut dapat terus berlanjut (berkelanjutan).
"Salah satu poin terpenting dari musim pelaporan kinerja ini adalah apakah profitabilitas perusahaan hyperscaler dapat tumbuh lebih cepat daripada laju belanja modal (capex) mereka," ujar Analis Ekuitas Senior di BNY Wealth, Kevin Shea.
Saham Meta, yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD1,8 triliun, telah mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir seiring dengan peluncuran asisten AI mereka, Muse.
"Dengan meningkatnya biaya modal, lonjakan belanja modal ini akan menjadi semakin mahal, yang pada gilirannya menaikkan standar untuk tingkat imbal hasil yang diharapkan," kata CEO Horizon Investment Services Chuck Carlson.
"Meta akan menjadi yang pertama memberikan gambaran terkait pertanyaan tersebut," ujarnya.
Perusahaan Chip, Tesla, dan Netflix Juga Akan Rilis Laporan Kinerja
Perusahaan-perusahaan semikonduktor (chip) termasuk pihak yang paling diuntungkan dari lonjakan belanja modal ini, meskipun harga saham mereka belakangan ini cenderung melandai. Indeks Semikonduktor Philadelphia SE telah merosot sekitar 12 persen bulan ini, meskipun secara tahun berjalan (year-to-date) masih mencatatkan kenaikan 57 persen, dibandingkan dengan kenaikan sekitar 12 persen pada indeks S&P 500 dalam periode yang sama.
Laporan dari Lam Research dan Texas Instruments pada Rabu dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai permintaan di industri semikonduktor. Saham Lam Research telah naik 54 persen sepanjang tahun ini, sementara saham Texas Instruments naik 59 persen.
Di sisi lain, para investor akan mencermati kinerja perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk dengan nilai pasar jauh di atas USD1 triliun yakni SpaceX, serta Tesla, saham unggulan lainnya dalam pasar yang didorong oleh sektor teknologi.
Perusahaan layanan streaming Netflix, perusahaan produk konsumen Procter & Gamble, dan produsen mesin GE Aerospace termasuk di antara perusahaan-perusahaan besar lainnya yang akan merilis laporan kinerja pada pekan mendatang.
Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve tetap menjadi perhatian utama bagi para investor saham. Data inflasi yang tinggi minggu ini meningkatkan ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lagi pada pertemuan The Fed di akhir Oktober.
Harga kontrak berjangka (futures) menunjukkan sebagian besar investor masih memperkirakan bank sentral AS tersebut akan menunggu hingga pertemuan bulan Desember untuk menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini.
"Musim laporan laba yang kembali kuat seharusnya dapat membantu pasar saham bertahan di tengah tingkat suku bunga yang sedikit lebih tinggi," kata para analis di UBS Global Wealth Management dalam sebuah catatan.
(Dhera Arizona)