sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Investor pada Saham AI

Market news editor Nia Deviyana
16/10/2026 06:20 WIB
S&P 500 bangkit dari pelemahan pada awal perdagangan seiring investor yang khawatir terhadap saham-saham AI beralih ke saham sektor kesehatan dan konsumer.
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Investor pada Saham AI. Foto: iNews Media Group.
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Investor pada Saham AI. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wall Street ditutup menguat pada Kamis (15/10/2026) dengan S&P 500 bangkit dari pelemahan pada awal perdagangan seiring investor yang khawatir terhadap saham-saham AI beralih ke saham sektor kesehatan dan konsumer lainnya.

Melansir Reuters, S&P 500 naik 0,33 persen dan ditutup pada level 7.744,06 poin. Nasdaq menguat 0,08 persen ke level 26.713,03 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average melonjak 1,08 persen ke level 52.177,69 poin.

Saham teknologi melemah karena investor mencermati perusahaan-perusahaan terkait AI yang memiliki beban utang besar sehingga rentan terhadap kenaikan suku bunga.

Saham produsen obat Eli Lilly (LLY.N) naik lebih dari 3 persen, UnitedHealth (UNH.N) menguat 2,8 persen, dan Walmart naik 1,4 persen setelah Deutsche Bank menaikkan rekomendasi saham ketiga perusahaan tersebut. Ketiganya menjadi kontributor utama kenaikan S&P 500 pada perdagangan hari itu.

Nvidia (NVDA.O) turun 1,8 persen setelah produsen chip TSMC (2330.TW) menyampaikan pandangan hati-hati mengenai prospek 2027, meskipun mencatatkan rekor laba kuartalan untuk keenam kalinya secara berturut-turut berkat kuatnya permintaan yang didorong oleh AI.

Dell Technologies (DELL.N) merosot 6,9 persen dan Hewlett Packard Enterprise (HPE.N) turun 7,1 persen. Kedua produsen server tersebut melanjutkan pelemahan tajam pada sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran terhadap perusahaan-perusahaan AI yang rentan terhadap kenaikan biaya pinjaman.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) bertenor 10 tahun turun masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir seiring kekhawatiran investor terhadap inflasi akibat tingginya harga minyak.

"Biaya untuk membiayai segala sesuatu, baik rumah tapak baru maupun pusat data berskala besar, terus meningkat. Hal itu berdampak pada banyak hal di pasar saham. Saham-saham dengan kinerja terbaik hari ini adalah perusahaan defensif yang tidak terlalu terpengaruh siklus ekonomi,” kata manajer portofolio di Argent Capital Management, St. Louis, Jed Ellerbroek.

Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) turun 0,9 persen memperpanjang pelemahan untuk sesi ketujuh berturut-turut.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement