Volume perdagangan di bursa AS terbilang tinggi, dengan 20,7 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 17,6 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.
Delapan dari 11 indeks sektor S&P 500 menguat. Sektor kesehatan (.SPXHC) memimpin kenaikan dengan penguatan 1,84 persen diikuti sektor material (.SPLRCM) yang naik 1,71 persen.
S&P 500 diperdagangkan pada valuasi sekitar 19 kali estimasi laba. Angka ini merupakan salah satu level terendah sejak 2023. Menurut Ellerbroek, valuasi rasio harga terhadap laba (price-to-earnings ratio/PER) yang relatif rendah tersebut menunjukkan bahwa investor mulai memperhitungkan kemungkinan berakhirnya pertumbuhan laba yang sangat pesat, yang selama ini didorong oleh perusahaan-perusahaan besar di sektor AI.
Data pada Kamis menunjukkan harga produsen AS pada September naik dengan laju tertinggi dalam 4,5 tahun terakhir di tengah meningkatnya biaya barang dan jasa. Data terbaru ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi semakin meluas, tidak lagi terbatas pada produk energi.
Data inflasi konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan pada Rabu mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS (The Fed), sehingga turut memicu aksi jual di Wall Street
(NIA DEVIYANA)