Wall Street Tertekan di Awal Pekan, Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Pasar
Tekanan pasar dipicu oleh kegagalan pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung akhir pekan lalu.
IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/4/2026) waktu setempat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan tekanan inflasi.
Melansir Investing, S&P 500 tercatat turun 0,7 persen ke level 6.806,25, Nasdaq melemah 0,8 persen ke 25.071,75, dan Dow Jones Futures turun 0,7 persen ke posisi 47.806.
Tekanan pasar dipicu oleh kegagalan pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung akhir pekan lalu. Sebagai respons, Presiden Donald Trump memerintahkan blokade penuh di Selat Hormuz yang akan dimulai pada Senin pagi waktu setempat.
Kebijakan ini sempat menekan futures lebih dari 1 persen sebelum akhirnya memangkas kerugian, setelah Komando Pusat AS menjelaskan bahwa blokade hanya menargetkan kapal dan pelabuhan Iran.
Kegagalan negosiasi yang juga melibatkan pertemuan di Pakistan ini memperkecil peluang deeskalasi dalam waktu dekat. Perselisihan terkait aktivitas nuklir Iran serta pembukaan penuh jalur pelayaran di Selat Hormuz menjadi hambatan utama.
Situasi tersebut memicu lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah melonjak signifikan, dengan Brent kembali menembus level USD100 per barel. Lonjakan ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap inflasi berbasis energi dalam beberapa bulan ke depan.
Data inflasi terbaru juga memperkuat sentimen negatif. Indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk Maret mencatat kenaikan tajam, didorong terutama oleh gangguan pasokan minyak akibat konflik Iran.
Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan tinggi dan berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, tekanan inflasi juga dapat membatasi ruang bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat sepanjang tahun ini.
(DESI ANGRIANI)