YUPI Siapkan Empat Opsi Penuhi Aturan Free Float 15 Persen
Per 31 Agustus 2026, porsi saham free float YUPI tercatat baru mencapai 10 persen.
IDXChannel - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) belum memenuhi ketentuan minimum saham free float sebesar 15 persen yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Per 31 Agustus 2026, porsi saham free float YUPI tercatat baru mencapai 10 persen.
Manajemen YUPI menjelaskan, kendala pemenuhan free float saat ini bersifat teknis dan komersial, terutama dalam menentukan mekanisme, waktu pelaksanaan, serta investor yang memenuhi kriteria sebagai pemegang saham free float.
Perseroan juga mempertimbangkan kondisi pasar dan tingkat valuasi saham YUPI dalam menentukan waktu maupun metode pemenuhan free float.
"Ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang wajar serta kepentingan pemegang saham publik dan keberlangsungan basis investor perseroan," tutur manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (17/9/2026).
Selain itu, YUPI perlu memperhitungkan kondisi pasokan dan daya serap pasar lantaran terdapat sejumlah perusahaan tercatat yang juga melakukan langkah pemenuhan free float secara bersamaan.
"Ukuran, waktu, dan metode penempatan saham perlu dipersiapkan dan dilaksanakan secara cermat agar saham yang dilepas dapat terserap secara memadai serta pelaksanaan dapat berlangsung secara tertib," tutur manajemen.
Untuk memenuhi ketentuan minimum free float tersebut, YUPI telah menyiapkan sejumlah alternatif. Opsi pertama adalah divestasi atau pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali.
Kedua, perseroan mempertimbangkan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (private placement). Ketiga, YUPI menyiapkan opsi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue).
Adapun alternatif keempat berupa program kepemilikan saham karyawan atau employee stock ownership program (MESOP).
Manajemen menegaskan, masing-masing alternatif memiliki karakteristik, mekanisme, serta persyaratan pelaksanaan yang berbeda. Oleh karena itu, perseroan belum menetapkan mekanisme spesifik yang akan digunakan untuk memenuhi ketentuan free float.
"YUPI akan menentukan alternatif maupun kombinasi alternatif yang paling sesuai berdasarkan hasil evaluasi dan kondisi pada saat pelaksanaan, termasuk perkembangan kondisi pasar," ujar manajemen.
(DESI ANGRIANI)