News

Bahas Karhutla-Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Kepala BMKG Menghadap Prabowo di Istana

Binti Mufarida 26/10/2026 15:40 WIB

Dirinya akan melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga antisipasi bencana hidrometeorologi kepada Presiden Prabowo.

Bahas Karhutla-Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Kepala BMKG Menghadap Prabowo di Istana

IDXChannel - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menghadap Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2026). 

Faisal Fathani mengatakan, dirinya akan melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga antisipasi bencana hidrometeorologi kepada Presiden Prabowo.

"Saya baru tiba untuk rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Saya kira nanti akan ada banyak hal yang dibahas," kata Faisal dalam keterangan setibanya di Komplek Istana Kepresidenan.

"Kami juga sudah menyiapkan banyak bahan, mulai dari perkembangan karhutla dan bagaimana penanganannya ke depan, kemudian persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi," lanjut Faisal.

Faisal menambahkan, dirinya akan menyampaikan kepada awak media usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo.

"Namun, banyak hal yang akan dibahas. Saya juga akan memastikan kembali nanti setelah rapat selesai," kata dia.

Pada kesempatan itu, Faisal pun menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memadamkan karhutla, khususnya di dua provinsi yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

"Di Kalimantan Tengah, potensi pertumbuhan awan cukup tinggi mulai hari ini hingga lima hari ke depan. Sementara itu, di Sumatera Selatan, potensinya tinggi mulai besok hingga lima hari berikutnya," katanya. 

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan Bapak Menko PMK, kami bekerja sama dengan BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI," tambah Faisal.

Sementara terkait luasan wilayah yang masih terbakar, Faisal meminta awak media untuk mengonfirmasi kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi.

"Untuk luasannya, nanti silakan dikonfirmasi kepada Kepala BNPB agar informasinya satu pintu. Terkait luasan, memang ada sedikit perbedaan data. Tim teknis biasanya duduk bersama untuk memastikan dan mengklarifikasi secara terperinci berapa luas lahan yang sudah terbakar sejauh ini," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE