News

Banjir Bandang Tewaskan Setidaknya 165 Orang di Nepal-China, Tak Ada Laporan Korban WNI

Wahyu Dwi Anggoro 27/08/2026 10:39 WIB

Banjir bandang melanda perbatasan Nepal dan China pada Rabu kemarin, menewaskan setidaknya 165 orang.

Banjir Bandang Tewaskan Setidaknya 165 Orang di Nepal-China, Tak Ada Laporan Korban WNI. (Foto: X/@bnodesk)

IDXChannel - Banjir bandang melanda perbatasan Nepal dan China pada Rabu kemarin, menewaskan setidaknya 165 orang.

Dilansir dari France24 pada Kamis (27/8/2026), ratusan orang hilang di Nepal dan China akibat bencana tersebut, sebagian merupakan wisatawan asing.

Bencana tersebut menyapu rumah-rumah, jalan-jalan, dan jembatan. Para pejabat memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat karena tim penyelamat masih melakukan pencarian.

Menurut media pemerintah China, jumlah korban hilang dalam bencana tanah longsor di wilayah Gyirong, Tibet yang berbatasan dengan Nepal mencapai 558 orang  Di antara mereka, 260 adalah warga negara asing. Jumlah korban tewas tercatat tiga orang.

Nepal mengatakan 468 wisatawan dan pelancong, termasuk 393 warga negara asing, masih belum dapat dihubungi pada Kamis pagi, 24 jam setelah banjir mematikan menerjang wilayah yang berbatasan dengan Tibet.

"Sekitar 468 wisatawan dan pelancong belum dapat dihubungi, di antaranya 75 adalah warga Nepal," kata Juru Bicara Departemen Wisata Nepal, Suraj Ghimire, kepada AFP.  

Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS), bencana tersebut disebabkan runtuhnya gletser.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau perkembangan situasi pasca banjir bandang yang terjadi Rabu kemarin di wilayah perbatasan Nepal–Tibet.

"Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah dalam pernyataannya.

"Terdapat sekitar 45 WNI di Nepal, yang mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE