News

Bapanas Pastikan Beras Aman hingga Nataru, Pasokan ke Cipinang 1.500 Ton Per Hari

Tangguh Yudha 20/09/2026 10:45 WIB

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras tetap aman hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Bapanas Pastikan Beras Aman hingga Nataru, Pasokan ke Cipinang 1.500 Ton Per Hari.

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras tetap aman hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal itu tercermin dari pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang masih normal di kisaran 1.500 ton per hari.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan pemantauan langsung ke PIBC menunjukkan ketersediaan beras secara keseluruhan masih dalam kondisi aman. Meski terdapat kemungkinan penurunan permintaan seiring penyaluran bantuan pangan.

"Dari pemantauan yang kami lakukan, pasokan beras masih berada di kisaran 1.500 ton per hari. Memang dimungkinkan terdapat sedikit penurunan permintaan di pasar, salah satunya seiring dengan penyaluran program bantuan pangan kepada masyarakat, namun stok secara keseluruhan tetap aman," ujar Maino Minggu (20/9/2026).

Maino menegaskan pemerintah terus menjaga stabilitas pasokan untuk mengantisipasi kebutuhan pangan menjelang akhir tahun, termasuk periode Nataru. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) juga didukung realisasi pengadaan dalam negeri. Hingga 18 September 2026, pengadaan gabah dan beras nasional telah mencapai 3.958.605 kilogram (kg) atau sekitar 98,96 persen dari target 4 juta ton.

Pemerintah, kata Maino, juga terus menggencarkan stabilisasi pasokan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, yang realisasinya sejak Maret telah mencapai 809.865.665 kg, atau 97,81 persen dari target.

Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli–September 2026 per 18 September 2026 telah mencapai 682.671.450 kg, atau 68,45 persen dari total pagu 997.332.240 kg, guna mendukung masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pasar beras. Menurutnya, pemerintah perlu berkolaborasi dengan pengelola pasar, pelaku usaha perberasan, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Persoalan pangan, khususnya beras, harus kita selesaikan secara bersama-sama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, diperlukan sinergi antara Badan Pangan Nasional, pengelola pasar, pelaku usaha perberasan, serta seluruh pemangku kepentingan," jelas Rahmanto.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga kelangsungan ekosistem perberasan dari tingkat pedagang hingga konsumen akhir.

"Yang juga penting adalah bagaimana kita menjaga ekosistem perberasan tetap berjalan dengan baik. Pada akhirnya, tujuan kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memastikan beras tersedia dengan kualitas yang baik, serta dapat diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau," pungkas Dodot. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE