News

Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan

Kunthi Fahmar Sandy 18/04/2026 07:36 WIB

Melanjutkan pendidikan sempat tak pernah terlintas di benak Syifa Syafitri, remaja putri asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali, Jatim

Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan (FOTO:Dok BPMI Setpers)

IDXChannel - Melanjutkan pendidikan sempat tidak pernah terlintas di benak Syifa Syafitri, remaja putri asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebab, dua tahun silam, ia terpaksa putus sekolah di kelas 8 SMP akibat keterbatasan ekonomi.

Ia mengatakan, penghasilan kedua orang tuanya tidak cukup untuk membawanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Saat ini, ayahnya bekerja sebagai pemulung, sementara sang ibu berjualan pakaian bekas.

Syifa pun mengikhlaskan kondisi tersebut. Namun, di saat yang sama, ia juga terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya untuk bekerja di sektor pertambangan, yang merupakan cita-citanya sejak dulu.

"Saya putus sekolah di tahun ajaran 2024, di kelas 8 menuju semester dua akhir karena ekonomi keluarga saya," kata Syifa, dikutip keterangan tertulis Sabtu (18/4/2026).

Setelah tidak melanjutkan pendidikan, Syifa mengabdikan waktunya untuk keluarga. Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, ia merasa bertanggung jawab mengurus adik-adiknya serta membantu sang ibu memilih dan mencuci pakaian bekas untuk dijual.

"Nanti juga pas jualan baju juga sama ibu, berdua terus," tuturnya. Namun kini, Syifa kembali memiliki harapan untuk meraih cita-citanya. Berkat program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ia dapat melanjutkan pendidikan kelas 8 di SR SMP 78 Sragen secara gratis.

Ia pun mengaku senang, bukan hanya karena bisa kembali bersekolah, tetapi juga karena mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.

Ia mengatakan, selama bersekolah di Sekolah Rakyat, ia memperoleh fasilitas makan gratis tiga kali sehari, kudapan gratis dua kali sehari, asrama gratis, serta satu unit laptop dan ponsel pintar.

"Seragam dan baju tidur serta baju untuk di asrama juga dikasih dari Sekolah Rakyat tanpa dipungut sepeser biaya apapun," kata dia.

Lebih lanjut, Syifa juga mengaku senang bersekolah di SR SMP 78 Sragen karena dibekali kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga, kesenian, serta bahasa. Selain itu, ia juga belajar kemandirian dan kedisiplinan selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Jadi kalau bangun subuh itu sudah enggak dibangunin lagi dari wali asuh dan wali asrama, tapi diri kita sendiri. Terus juga kita cuci baju sendiri," katanya.

Atas kesempatan pendidikan dan fasilitas tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada Prabowo karena telah memberinya kesempatan untuk melanjutkan cita-cita yang sempat tertunda. Sebagai bentuk apresiasi, ia pun memanjatkan doa tulus kepada Prabowo.

"Semoga Bapak Prabowo, Bapak Gibran, dan Bapak-Ibu yang ada di belakang Sekolah Rakyat bisa sehat selalu, panjang umurnya, rezekinya dilancarkan," ujar dia.

(kunthi fahmat sandy)

SHARE