sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok Tajam usai Dibukanya Kembali Selat Hormuz

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
18/04/2026 06:29 WIB
Wall Street atau Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (17/4/2026).
Wall Street Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok Tajam usai Dibukanya Kembali Selat Hormuz (FOTO:iNews Media Group)
Wall Street Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok Tajam usai Dibukanya Kembali Selat Hormuz (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Wall Street atau Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (17/4/2026), sementara harga minyak anjlok tajam yang disebabkan sentimen meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dilansir dari laman Investing Sabtu (18/4/2026), indeks acuan S&P 500 naik 1,2 persen menjadi 7.125,36 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 1,5 persen menjadi 24.468,48 poin, dan Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip naik 1,8 persen menjadi 49.447,92 poin.

Sementara itu, S&P dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi baru. S&P juga mencatatkan kemenangan beruntun selama tiga minggu di mana ia melonjak luar biasa sebesar 11,9 persen.

Di sisi lain, harga minyak merosot. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, terakhir turun 8,7 persen menjadi USD90,71 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 10,6 persen menjadi USD84,69 per barel.

"Berita tentang pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya telah menyebabkan harga minyak anjlok, saham melonjak, dan investor bersorak atas reli hampir dua minggu ini yang dipimpin oleh perusahaan teknologi besar dengan Nasdaq lebih tinggi untuk hari ke-13 berturut-turut yang belum pernah terlihat sejak akhir krisis keuangan pada tahun 2009," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management, kepada Investing.com.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement