News

BMKG: Gelombang Tinggi Berpotensi Ganggu Pelayaran hingga 24 September

Yuwantoro Winduajie 21/09/2026 10:38 WIB

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 21-24 September 2026.

BMKG: Gelombang Tinggi Berpotensi Ganggu Pelayaran hingga 24 September. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 21-24 September 2026.

Pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 6-25 knot, sedangkan di selatan ekuator Indonesia bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 6 - 25 knot. 

"Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Laut Natuna Utara, dan Selat Makassar bagian selatan," tulis keterangan resmi BMKG, Senin (21/9/2026).

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian Timur, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian tengah, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, Laut Maluku, Laut Banda, Laut Arufu bagian barat, Laut Arufu bagian tengah, Laut Arufu bagian timur, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua.

Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50-4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). 

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tulis BMKG. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE