BMKG Sebut Sebaran Polutan Karhutla Masih Terjang Malaysia hingga Singapura
Intensitas dan luasan polusi PM2.5 dari karhutla di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan peningkatan.
IDXChannel - Sebaran polutan imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera akan menerjang wilayah timur Indonesia. Bahkan, sebaran arah utara dan barat laut bisa memicu kabut asap lintas batas hingga ke Singapura, Malaysia, dan Brunei.
"Ini prediksi sebaran polutan yang kami peroleh dari BMKG hari ini, 8 September 2026. Kita lihat titik pekat masih berada di Kalimantan yang luas di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Selatan dan Tengah. Selain di Kalimantan ada juga di daerah Jambi dengan Sumatera Selatan dan di Papua bagian arah di Merauke," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (8/9/2026).
Dia menambahkan, sebaran polutan imbas Karhutla yang terjadi di sejumlah titik tersebut pada Selasa (8/9/2026) ini juga diperkirakan mengalami hal serupa pada Rabu, 9 September 2026 esok.
Intensitas dan luasan polusi PM2.5 dari karhutla di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan peningkatan, bersamaan dengan terdeteksinya polutan di wilayah timur Indonesia, khususnya di Merauke, Provinsi Papua.
Sebaran polutan ke arah utara dan barat laut memicu kabut asap lintas batas yang menyelimuti wilayah Singapura, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Sabah, dan Brunei Darussalam. Maka itu, BNPB meminta masyarakat untuk tetap memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah khususnya di titik-titik wilayah yang mengalami sebaran polutan.
Dia lantas menjabarkan tentang perkembangan penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, yang mana di Kalimantan Barat ditemukan titik api sebanyak 36 titik dengan luas lahan terbakar 350 hektare lebih, petugas gabungan pun berhasil melakukan pemadaman seluas 105 hektare lebih. Di Kalimantan Tengah, titik api yang ditemukan sebesar 47 titik dengan luas lahan terbakar 100 hektare lebih, luas lahan yang berhasil dipadamkan 67 hektare lebih.
Lalu, di Kalimantan Selatan, terdapat 21 titik api dan lahan terbakar sebesar 260 hektare lebih dengan luas yang berhasil dipadamkan sebesar 163 hektare lebih. Di Provinsi Riau ditemukan 51 titik api dengan luas lahan terbakar 309 hektare lebih, luas lahan yang berhasil dipadamkan 162 hektare lebih. Kemudian di Provinsi Jambi, ditemukan 29 titik api dengan lahan terbakar 60 hektare dan berhasil dipadamkan 46 hektare.
Kemudian di Sumatera Selatan ditemukan 21 titik api dengan luas lahan terbakar hampir 400 hektare dan berhasil dipadamkan 13 hektare. Adapun proses pemadaman Karhutla di sejumlah wilayah tersebut dilakukan dengan operasi satgas darat, satgas udara, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).
(Nur Ichsan Yuniarto)