News

Cegah Keracunan MBG, BGN Diusulkan Tinjau SPPG Setiap Bulan

Achmad Al Fiqri 29/01/2026 18:49 WIB

BGN memiliki jajaran di daerah yang bisa dimanfaatkan untuk meninjau SPPG.

Cegah Keracunan MBG, BGN Diusulkan Tinjau SPPG Setiap Bulan

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) diusulkan untuk meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setiap bulan. Hal itu ditujukan untuk mencegah insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Usulan itu merespons insiden dugaan keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah pada Kamis (29/1/2026). BGN memiliki jajaran di daerah yang bisa dimanfaatkan untuk meninjau SPPG.

"Saya mengusulkan supaya BGN rutin melakukan rapat dengan SPPG dan turun meninjau langsung ke lapangan setiap bulan sekali. BGN punya jajaran di tingkat propinsi dan kabupaten/kota yang bisa melakukan pengawasan secara langsung terhadap SPPG dalam melaksanakan SOP," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, Kamis (29/1/2026).

Dia meambahkan, BGN telah mencanangkan tahun 2026 zero accident. Namun demikian, kata dia, sudah ada 11 kasus insiden yang terjadi selama Januari 2026, ternasuk di SMAN 2 Kudus.

"Masih terjadinya kasus keracunan menunjukkan masih lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh BGN terhadap SPPG, terutama terhadap pelaksanaan SOP keamanan makanan," katanya.

Kendati demikian, dia meminta, BGN menanggung seluruh pembiayaan keracunan SMAN 2 Kudus.

"Dan kepada SPPG yang lalai melakukan SOP sehingga terjadi keracunan supaya dikasih sanksi, pemberhentian sementara," kata dia.

Dia juga mengimbau BGN agar tidak hanya fokus pada pencapaian secara kuantitatif, dan abai terhadap aspek kualitas khususnya dalam menjamin keamanan makanan dan menjaga mutu pemenuhi gizi. 

"Sudah saatnya BGN merubah paradigma dari pemenuhan kuantitas kepada paradigma pemenuhan kualitas," katanya.

Sekedar informasi, ada 70 siswa SMAN 2 Kudus alami keracunan MBG pada Kamis (29/1/2026).

Dari jumlah itu, 22 siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus, 17 siswa di Rumah Sakit Satkes, 10 siswa di RS Mardirahayu, 10 siswa di RSI, serta 11 siswa di RS Kumala Siwi.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE