News

Cerita Sudaryono yang Ditunjuk Jadi Kepala BGN: Saya Ditelepon Seskab Teddy

Tangguh Yudha 22/07/2026 13:21 WIB

Sudaryono mengaku telah menerima informasi tersebut melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya

Cerita Sudaryono yang Ditunjuk Jadi Kepala BGN: Saya Ditelepon Seskab Teddy (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono membenarkan dirinya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.

Sudaryono mengaku telah menerima informasi tersebut melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang menyebut pelantikannya dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/7/2026) sore.

"Saya tadi ditelepon oleh Pak Teddy, untuk nanti sore ada pelantikan ya, jadi betul (penunjukan kepala BGN)," kata Sudaryono dijumpai di Kantor Kementan, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi juga telah mengumumkan secara resmi penunjukannya sebagai Kepala BGN.

"Dan tadi juga Pak Mensesneg sudah memberikan keterangan pers bahwa saya ditunjuk oleh Presiden untuk kemudian menggantikan Bu Nani yang mengundurkan diri karena faktor kesehatan," tuturnya.

Sebelumnya, Mensesneg, Prasetyo Hadi memastikan Presiden telah menunjuk Sudaryono untuk memimpin BGN. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah Nanik S Deyang mengajukan pengunduran diri.

"Presiden memutuskan mengganti Kepala BGN adalah beliau Pak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Prasetyo menjelaskan, pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan pengganti Nanik. Ia menilai proses mencari sosok yang tepat untuk memimpin BGN bukanlah perkara mudah.

"Ada dinamika baru di mana Kepala BGN mengundurkan diri. Sekali lagi, bukan suatu yang mudah mencari pengganti," ujarnya.

Kabar pergantian pucuk pimpinan BGN sebelumnya telah beredar setelah Nanik S Deyang mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahannya, Nanik menyampaikan bahwa ia harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri sehingga memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.

Ia menegaskan keputusan menjalani pengobatan di luar negeri bukan karena meragukan kualitas tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis kedua (second opinion).

"Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tuturnya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE