News

Gangguan Penerbangan Global Mereda usai Masalah Software Airbus

Wahyu Dwi Anggoro 30/11/2025 13:30 WIB

Ancaman gangguan penerbangan yang berkepanjangan mereda.

Gangguan Penerbangan Global Mereda usai Masalah Software Airbus. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Ancaman gangguan penerbangan yang berkepanjangan mereda setelah Airbus bergerak cepat untuk menerapkan pembaruan perangkat lunak pada sekitar 6.000 pesawat A320 buatannya.

Dilansir dari AFP pada Minggu (30/11/2025), pembatalan penerbangan di Eropa berhasil diminimalisasi.

"Menurut informasi terbaru yang saya miliki, jumlah A320 yang terdampak signifikan oleh perubahan perangkat lunak akan jauh lebih sedikit dari perkiraan awal," kata Menteri Transportasi Prancis Phillipe Tabarot.

"Kami awalnya memperkirakan seribu pesawat. Tampaknya jumlahnya hanya sekitar seratus," ujarnya.

Diproduksi sejak 1988, A320 adalah pesawat terlaris di dunia.  Airbus menjual 12.257 pesawat jenis tersebut hingga akhir September.

Maskapai penerbangan Air France dan Lufthansa mengatakan, pembaruan perangkat lunak hampir rampung sepenuhnya. Tidak ada pembatalan atau penundaan penerbangan yang signifikan.

Maskapai penerbangan EasyJet tidak membatalkan satu penerbangan pun karena pembaruan perangkat lunak pada semua armadanya telah selesai.

Pada 30 Oktober, sebuah pesawat A320 yang dioperasikan JetBlue mengalami masalah kontrol penerbangan karena kerusakan komputer. Pesawat tiba-tiba menukik tajam saat terbang antara Cancun di Meksiko dan Newark di Amerika Serikat, dan pilot terpaksa mendarat di Tampa, Florida. Penyelidikan menunjukkan radiasi matahari yang intens dapat merusak data penting untuk kontrol penerbangan.

Meskipun sedang libur Thanksgiving, dampaknya di AS terbatas karena maskapai penerbangan Amerika lebih banyak menggunakan pesawat Boeing daripada Airbus. United Airlines menyatakan aktivitas penerbangan berjalan normal, sementara American Airlines menyatakan hanya empat pesawat yang di-grounded.

Di India, Kementerian Penerbangan menyatakan bahwa 68 pesawat masih memerlukan pembaruan, mewakili 20 persen armada A320 di negara itu.

Di Filipina, maskapai lokal Philippine Airlines dan Cebu Pacific menawarkan pengembalian uang atau pemesanan ulang tiket setelah membatalkan setidaknya 40 penerbangan pada Sabtu. (Wahyu Dwi Anggoro)

>
SHARE