News

Haul M.H. Thamrin, Pramono Serukan Masyarakat Kaum Adat Betawi Bersatu

Rohman Wibowo 11/01/2026 11:31 WIB

Persatuan masyarakat Betawi menjadi satu di antara fokus Pramono selama menjabat gubernur.

Haul M.H. Thamrin, Pramono Serukan Masyarakat Kaum Adat Betawi Bersatu. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau persatuan masyarakat Betawi untuk bersatu, terutama kepada masyarakat yang tergabung dalam lembaga adat Majelis Kaum Betawi

Hal ini disampaikannya dalam kunjungan ke makam pahlawan nasional M.H. Thamrin di TPU Karet Bivak, Minggu (11/1/2026), dalam rangka haul ke-8 M.H. Thamrin, acara itu juga dihadiri oleh mantan gubernur Fauzi Bowo.  

Pramono mengatakan, persatuan masyarakat Betawi menjadi satu di antara fokusnya selama menjabat gubernur.

“Hari ini kita memperingati Haul M.H. Thamrin yang ke-85, saya sebagai Gubernur Jakarta, Bang Foke, harapannya cuma satu: Semoga Majelis Kaum Betawi ini segera bersatu. Jangan ada lagi ‘ini itu, ini itu.’ Sudah lah, saya sudah sampaikan ke Bang Foke: ‘Bang, apa yang harus saya kerjakan, pasti saya kerjakan’,” ujar Pramono.

Pramono menjelaskan salah satu keunggulan masyarakat Betawi adalah egaliter. Karena Jakarta sejak zaman dahulu tidak memiliki raja maupun sultan. 

“Inilah kekuatan, dan ini harus dipersatukan. Sebab kalau ini bisa dipersatukan, menurut saya ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” lanjut Pramono.

Ihwal persatuan masyarakat Betawi, Pramono mengingatkan amanah itu termaktub dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Dalam beleid itu, menyebutkan budaya utama Jakarta saat ini adalah budaya Betawi. 

“Dalam kesempatan ini saya sungguh berharap, mudah-mudahan di era saya, Majelis Kaum Adat Betawi ini atau Majelis Kaum Betawi ini bisa betul-betul bersatu. Dan kalau bersatu, luar biasa. Bahkan dalam berbagai kegiatan saya selalu menyampaikan, saya sebagai orang yang memang dilahirkan di Kediri dan sekarang menjadi Gubernur Jakarta, saya betul-betul berkeinginan masyarakat Betawi itu menjadi begitu kuat," urainya.

(Nadya Kurnia)

SHARE