News

Hutama Karya Catatkan 10 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203

Nia Deviyana 11/06/2026 14:17 WIB

Capaian 10 juta jam kerja selamat menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di kawasan padat dan kompleks ini.

Hutama Karya Catatkan 10 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama mitra joint operation Sumitomo Mitsui Construction Co. (SMCC) mencatatkan pencapaian 10 juta jam kerja selamat (10 Million Safe Man-Hours) tanpa kecelakaan kerja (Lost Time Injury) pada Proyek Construction of Jakarta Mass Rapid Transit Project Phase 2 (1) Underground SectionContract Package CP203. 

Pencapaian ini dirayakan bersamaan dengan acara topping off Gedung DJKN sebagai penanda selesainya pekerjaan struktur utama, yang digelar pada Rabu (10/6/2026) di TPO Stasiun Kota, Jakarta.

Capaian 10 juta jam kerja selamat menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di kawasan padat dan kompleks ini. Angka tersebut merepresentasikan akumulasi jam kerja seluruh personel proyek tanpa insiden yang mengakibatkan hari kerja hilang, sekaligus menjadi bukti konsistensi penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.

Pada momen yang sama, prosesi topping off Gedung DJKN ditandai dengan pengecoran simbolis beton terakhir di area rooftop serta peluncuran banner pada tower crane di Entrance-3. 

Penyelesaian struktur gedung ini menjadi langkah penting menuju tahap pekerjaan berikutnya pada Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203 yang juga disiapkan untuk mendukung perayaan HUT ke-500 Kota Jakarta pada Juni 2027.

Acara dihadiri oleh Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi; Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, beserta Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina; Direktur Operasional SMCC Utama Indonesia, Suwandhi Durahman; Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Titin; serta Kepala Korporasi Institusi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Barat, Carlos. 

Rangkaian seremoni mencakup penyerahan suvenir secara simbolis kepada pekerja, pengecoran simbolis, pemotongan tumpeng, serta management walkthrough untuk meninjau langsung lokasi mockup dan progres pekerjaan di Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.

Budaya Zero Accident yang melahirkan pencapaian ini dijalankan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di proyek—mulai dari para pekerja, pengawas, hingga jajaran manajemen, baik dari SMCC maupun Hutama Karya. Pola pelibatan menyeluruh inilah yang mejaga konsistensi penerapan standar keselamatan di lapangan, sekaligus memperkuat komitmen yang harus terus dirawat pada tahap-tahap pekerjaan berikutnya.

"Kegiatan hari ini menegaskan komitmen kami untuk terus menjalankan budaya Zero Accident secara disiplin, dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu. Apa yang sudah dicapai di Proyek MRT CP203 ini akan kami jaga konsistensinya, dan menjadi pesan bagi proyek-proyek Hutama Karya lainnya untuk menerapkan program yang sama. Keselamatan adalah faktor utama dalampelaksanaan pekerjaan, sejalan dengan upaya kami menjaga progres dan kualitas hasil," ujar Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi.

Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan dengan skema joint operation antara Hutama Karya dan SMCC. Proyek ini menjadi salah satu tulang punggung pengembangan transportasi massal Ibu Kota dan diharapkan dapat memperkuat konektivitas serta mendukung mobilitas masyarakat Jakarta secara berkelanjutan.

Cara kerja yang menempatkan keselamatan sebagai faktor utama, bersamaan dengan pencapaian progres sesuai perencanaan, ketertiban pelaksanaan, dan kualitas hasil, menjadi ciri khas Hutama Karya dalam menjalankan setiap proyek. 

Pendekatan ini diterapkan untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui perayaan di Proyek MRT CP203 ini, Hutama Karya berharap budaya keselamatan yang sudah terbangun dapat menjadi referensi bagi proyek-proyek lainnya, sehingga penerapan program Zero Accident terus dijaga secara disiplin, konsisten, dan berkelanjutan di seluruh lini pekerjaan perusahaan.

(NIA DEVIYANA)

SHARE