Iran Sita 2 Kapal di Selat Hormuz usai AS Cegat Tankernya di Samudera Hindia
Iran mengatakan telah menangkap dua kapal kontainer yang berusaha keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz pada Rabu kemarin.
IDXChannel - Iran mengatakan telah menangkap dua kapal kontainer yang berusaha keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz pada Rabu kemarin.
Dilansir dari Reuters pada Kamis (23/4/2026), ini merupakan penyitaan pertama oleh Iran terhadap kapal di Selat Hormuz sejak dimulainya perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Salah satu kapal kargo yang disita Iran ialah MSC Francesca yang berbendera Panama. Pemerintah Montenegro mengatakan bahwa sejumlah warganya menjadi kru di kapal itu.
“Negosiasi antara perusahaan pelayaran dan pihak Iran sedang berlangsung," kata Menteri Maritim Montenegro Filip Radulovic di platform media sosial X.
Kapal kargo lainnya yang disita ialah Epaminondas yang berbendera Liberia. Operator Epaminondas, Technomar Shipping asal Yunani, mengonfirmasi bahwa kapalnya itu dikuasai pasukan Iran.
Kedua kapal sempat ditembaki sebelum diduduki angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pasukan paramiliter Iran tersebut menuduh MSC Francesca dan Epaminondas berlayar tanpa izin yang diperlukan.
“Technomar tetap berkomunikasi erat dengan pihak berwenang di wilayah tersebut,” kata operator tersebut.
“Prioritas kami tetaplah keselamatan dan kesejahteraan awak kapal kami," ujarnya.
Kapal kontainer ketiga, Euphoria, yang berbendera Liberia, ditembak di area yang sama tetapi tidak mengalami kerusakan dan berhasil melanjutkan pelayaran ke Uni Emirat Arab.
Insiden ini terhadi sehari setelah pasukan AS mencegat kapal tanker Tifani di Samudera Hindia. Kapal tersebut diduga merupakan bagian dari armada laut bayangan Iran.
Beberapa hari sebelumnya, pasukan AS juga menyita kapal kargo Iran di Laut Oman. Sejak pekan lalu, Washington telah menjalankan blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal Iran untuk menekan Teheran.
Ancaman dari Iran telah secara efektif menutup Selat Hormuz sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu. Teheran menggodok sistem tol bagi kapal yang ingin melintasi jalur maritim yang penting bagi pasar minyak dunia itu. (Wahyu Dwi Anggoro)