News

Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari Jika AS Setuju Cabut Blokade

Wahyu Dwi Anggoro 22/09/2026 17:27 WIB

Iran dikabarkan menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat (AS) mengambil langkah awal untuk mengurangi tekanan

Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari Jika AS Setuju Cabut Blokade. (Foto: Tasnim News)

IDXChannel - Iran dikabarkan menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat (AS) mengambil langkah awal untuk mengurangi tekanan militer.

Dilansir dari Kyodo News pada Selasa (22/8/2026), tawaran itu diungkapkan seorang pejabat senior Iran yang menolak disebut namanya.

Proposal tersebut, yang telah disampaikan kepada AS melalui mediator, menyerukan dimulainya kembali pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri secara permanen permusuhan antara kedua negara, kata pejabat itu.

Teheran berencana untuk menggunakan pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu ini di New York untuk berkonsultasi dengan negara-negara yang bertindak sebagai perantara.

Namun, pejabat itu membantah kemungkinan pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump di sela-sela Sidang Umum PBB.

Iran sedang mencari sinyal dari AS bahwa Washington siap untuk kembali bernegosiasi dan mengambil langkah-langkah menuju pencabutan blokade militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Jika langkah-langkah tersebut diambil, Iran siap untuk membuka kembali Selat Hormuz tersebut dalam waktu tujuh hari dan kembali ke meja perundingan, menurut pejabat tersebut.

Inisiatif baru ini telah disetujui oleh Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, badan keamanan tertinggi negara itu, menurut pejabat tersebut.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohsen Rezaei mengatakan pada Sabtu bahwa Teheran telah mengajukan tujuh syarat kepada Washington, termasuk pengakhiran blokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan pencairan aset-aset Iran.

Perang dimulai pada akhir Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Teheran membalasnya dengan menembakkan drone dan rudal ke seantero Timur Tengah dan mengancam kapal-kapal di Selat Hormuz.

Sebuah nota kesepahaman AS-Iran yang dicapai pada Juni kolaps karena perselisihan terkait Selat Hormuz.

 (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE