News

Jakarta Mulai Pilah Sampah Mandiri, Pramono Siapkan Sarpras untuk Permukiman Warga

Danandaya Arya Putra 11/05/2026 16:16 WIB

Pramono mengaku menyadari ada banyak wilayah dengan infrastruktur yang belum memadai untuk pemilahan sampah mandiri. 

Jakarta Mulai Pilah Sampah Mandiri, Pramono Siapkan Sarpras untuk Permukiman Warga

IDXChannel—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) bagi wilayah yang belum memiliki fasilitas pemilahan sampah yang memadai, menyusul penerapan Instruksi Gubernur No. 5/2026 tentang Gerakan Pemilihan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. 

Dengan aturan itu, bahkan pasar pun diwajibkan untuk mulai memilah sampahnya secara mandiri. Sebab mulai 1 Agustus, Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantargebang hanya akan menerima sampah residu

Pramono mengaku menyadari ada banyak wilayah dengan infrastruktur yang belum memadai untuk pemilahan sampah mandiri. 

"Ya, karena ini gerakannya baru kemarin dimulai. Tetapi saya sudah menginstruksikan baik kepada Wali Kota, Camat, Lurah, RT, maupun RW. Jadi ini gerakannya adalah gerakan yang masif," ucap Pramono di Pasar Kramat Jati, Senin (11/5/2026).

Namun ke depannya, ia berjanji akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk program tersebut. 

Ia menekankan bahwa program ini harus dijalankan secara berkelanjutan oleh warga. Supaya penanganan sampah di Ibu Kota bisa berjalan dengan baik.

"Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta berkaitan dengan persampahan," ucap dia. 

Adapun dalam kunjungannya ke Pasar Kramat Jati, Pramono melakukan peninjauan langsung terhadap pengolahan sampah organik di lokasi tersebut. Ia menyampaikan, peninjauan ini sebagai tindakan lanjutan dari program pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber.

Pramono menjelaskan bahwa Pasar Kramat Jati menghasilkan sekira 5 ton sampah organik setiap harinya. Sampah itu nantinya akan diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk.

"Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari 5 ton, nanti bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang akan bermanfaat bagi pertamanan dan juga yang lainnya, dan juga dengan Pupuk Indonesia," kata Pramono.

Dia meyakini bahwa pengolahan ini dapat membantu mengurangi beban gunungan sampah di TPST Bantargebang. Apalagi, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.

"Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang," ucapnya.


(Nadya Kurnia)

SHARE