Kapolri Beberkan Langkah Polri untuk Bantu Wujudkan Swasembada Pangan dan Energi
Polri bersama dengan Kementan RI, stakeholder terkait, dan 30.548 Poktan, terus mendorong penanaman komoditas.
IDXChannel - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memnbeberkan sejumlah langkah Polri untuk membantu mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi di Indonesia.
Hal ini dikatakan Sigit dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan Brimob Polri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, perkembangan lingkungan global saat ini semakin tidak menentu. Perubahan iklim, disrupsi teknologi, perang dagang hingga meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di berbagai kawasan, memberikan pengaruh besar bagi tatanan perekonomian global termasuk Indonesia.
"Menghadapi tantangan tersebut, Bapak Presiden telah memberikan instruksi guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan dan energi," kata Sigit
"Dalam mewujudkan swasembada pangan, Polri terus melaksanakan Program Pemanfaatan Lahan Produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat bagi para petani," lanjut Sigit.
Menurut Sigit, Polri bersama dengan Kementan RI, stakeholder terkait, dan 30.548 Poktan, terus mendorong penanaman komoditas jagung secara berkelanjutan, pada potensi lahan seluas 1,37 juta hektare.
"Sejak tahun 2025 hingga Kuartal II 2026, telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton," kata Sigit.
Polri juga memfasilitasi 30 Poktan di Kecamatam Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektare, dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
"Kami juga memperluas wilayah tanam di Kab. Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektare," kata Sigit.
Di sisi lain, Sigit juga memaparkan, sejumlah inovasi, seperti penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik Presisi berbahan eceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang.
"Serta pengembangan pupuk Presisi berbasis batu bara yang dapat menaikkan PH tanah sekaligus merestorasi unsur hara, hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri. Kami percaya, dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan," kata Sigit.
(Nur Ichsan Yuniarto)