News

Kasus Keracunan MBG Muncul Lagi, Kemenkes Akan Beri Masukan ke BGN

Niko Prayoga 04/09/2026 14:55 WIB

Kementerian Kesehatan akan memberi masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) jika memang terbukti ada kesalahan dari pihak SPPG.

Kasus Keracunan MBG Muncul Lagi, Kemenkes Akan Beri Masukan ke BGN. (Foto: MNC Media)

IDXChannelKementerian Kesehatan menanggapi kasus keracunan yang menimpa para siswa dan diduga akibat makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali muncul, salah satunya adalah insiden keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur yang menimpa sekitar 512 santri. 

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pihaknya akan terus mengkaji dan mengevaluasi terkait berbagai kasus keracunan MBG yang terjadi. 

Ia menyebut bahwa Kementerian Kesehatan akan memberi masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) jika memang terbukti ada kesalahan dari pihak SPPG.

“Kita masih kaji terus lebih dalam. Kita mesti evaluasi, tapi kalau memang misalnya memang ada indikator yang menunjukkan bahwa ini adalah kesalahan SPBG-nya, pasti akan kita beri masukan pada BGN,” kata Dante saat diwawancarai di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat pada Jumat (4/9/2026).

Ia menegaskan bahwa saat ini yang harus diprioritaskan adalah pertolongan terhadap para siswa yang mengalami keracunan. Sementara untuk investigasi dari adanya kasus tersebut akan dilakukan segera oleh Kementerian Kesehatan dan BGN. 

“Jadi Kementerian Kesehatan mengevaluasi kondisi klinisnya, yang paling penting adalah menolong dulu. Ditolong dulu yang mengalami keracunan ini. Nanti investigasinya dilakukan bersama oleh Kementerian Kesehatan dan BGN, secepatnya kita akan lakukan,” tegas dia.

Lebih lanjut, Dante juga menuturkan bahwa kasus beberapa kasus keracunan saat ini belum disematkan status kejadian luar biasa (KLB). Hal itu dikarenakan status KLB harus berdampak pada populasi secara umum. 

“Kalau KLB enggak mungkin. Kalau KLB itu kan mesti harus populasi umum. Tapi kalau ini kejadian khusus yang harus dievaluasi, itu saya setuju. Jadi jangan jadikan kejadian luar biasa. Kalau kejadian luar biasa itu menyangkut semua populasi,” pungkas Dante.


(Nadya Kurnia)

SHARE