News

Kemenhub Bidik Jaringan Kereta Api Nasional Tembus 10.524 Km, Biaya Logistik Ditargetkan Turun

Iqbal Dwi Purnama 14/06/2026 14:10 WIB

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 10.524 kilometer (km).

Kemenhub Bidik Jaringan Kereta Api Nasional Tembus 10.524 Km, Biaya Logistik Ditargetkan Turun. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 10.524 kilometer (km) sebagai upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menekan biaya logistik nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pembangunan jaringan perkeretaapian tidak hanya berfungsi sebagai penyedia infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, memperluas aksesibilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

"Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah," ujar Dudy dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).

Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif di Indonesia tercatat sekitar 6,927 km yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pemerintah menargetkan perluasan jaringan hingga 10.524 km, termasuk pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan yang diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Menurut Dudy, pengembangan jalur rel merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional yang selama ini masih relatif tinggi. Kehadiran kereta logistik dinilai mampu memperkuat distribusi barang, mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong pemerintah meliputi pembangunan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, hingga pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah.

Di Pulau Jawa, fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan kapasitas layanan kereta perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat. Sementara itu, di luar Jawa, pembangunan perkeretaapian diprioritaskan untuk mendukung distribusi komoditas unggulan dan aktivitas ekonomi daerah.

"Kami mendorong pengembangan kereta logistik dan kereta wisata, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya," kata Dudy.

Selain itu, Kemenhub juga terus mengembangkan layanan gerbong kereta untuk petani dan pedagang yang telah beroperasi di sejumlah daerah, seperti Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi.

Program tersebut bertujuan mempermudah distribusi hasil pertanian dan perdagangan dengan biaya yang lebih terjangkau, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha di daerah.

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel juga terus meningkat. Kemenhub mencatat jumlah penumpang kereta api sepanjang 2025 mencapai hampir 550 juta orang, meningkat 8,8 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 500,5 juta penumpang.

Dudy menegaskan, penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata. Dengan semakin luasnya jaringan rel nasional, pemerintah berharap biaya logistik dapat ditekan, daya saing nasional meningkat, dan pertumbuhan ekonomi daerah semakin terdorong.

"Kami mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama," ujar Dudy.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE