News

Kemenkes Percepat Eliminasi Kusta di Indonesia, Andalkan Sistem Deteksi Dini Lewat CKG

Annastasya Rizqa 16/03/2026 17:34 WIB

Strategi utama Kemenkes dalam mengendalikan kusta adalah dengan menemukan kasus sebanyak mungkin agar dapat segera diobati.

Kemenkes Percepat Eliminasi Kusta di Indonesia, Andalkan Sistem Deteksi Dini Lewat CKG. (Foto: Istimewa)

IDXChannelKementerian Kesehatan RI berkomitmen mempercepat eliminasi kusta di Indonesia melalui strategi deteksi dini, pengobatan tuntas, serta pemberian pencegahan bagi kontak erat pasien.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa kusta adalah penyakit menular yang eksis sejak ribuan tahun lalu dan sering dikaitkan dengan stigma serta diskriminasi di masyarakat. Padahal penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan.

“Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin karena sejak ribuan tahun lalu penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah sehingga muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri dan obatnya sudah tersedia,” ujar Menkes Budi dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026).

Ia menekankan bahwa strategi utama dalam mengendalikan kusta adalah dengan menemukan kasus sebanyak mungkin agar dapat segera diobati dan penularan dihentikan. Dia mengingatkan masyarakat agar tak khawatir jika terdapat temuan kasus kusta yang banyak. 

Sebab jumlah kasus yang banyak menunjukkan sistem deteksi Kemenkes yang bekerja dengan baik. Kasus kusta yang ditemukan itu nantinya akan segera diobati, sebab penyakit ini sudah ada obatnya. 

Menurut Menkes, pengobatan kusta relatif sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan apabila pasien menjalani terapi secara rutin hingga tuntas.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga memperkuat skrining kusta melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar kasus dapat ditemukan lebih dini di masyarakat.

“Strateginya jelas: temukan sebanyak-banyaknya, obati sampai selesai, dan berikan pencegahan kepada kontak erat pasien. Dengan cara ini penularan bisa dihentikan,” ujar Menkes.

Khusus di wilayah Indonesia Timur, Kemenkes juga mendorong pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi kemungkinan resistensi obat melalui pemeriksaan genetik, sehingga pasien dapat segera mendapatkan terapi yang tepat.

Kementerian Kesehatan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika menemukan gejala kusta, serta mendukung upaya penghapusan stigma agar pasien dapat memperoleh pengobatan secara cepat dan tuntas.


(Nadya Kurnia)

SHARE