Kemensos Temukan 28 Transaksi Judol di Atas Rp1 Miliar di Kalangan Penerima Bansos
Penemuan ini berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial koordinasi dengan dari PPATK.
IDXChannel—Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap adanya transaksi judi online (judol) di kalangan penerima bantuan sosial (bansos) dengan nominal lebih Rp1 miliar.
Bahkan, ada satu orang dengan status penerima bansos melakukan transaksi judol hingga Rp2,6 miliar.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial koordinasi dengan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat 28 transaksi penerima bansos yang terindikasi judol dengan nilai lebih Rp1 miliar.
Data tersebut menunjukkan transaksi penerima bansos yang terindikasi judol paling banyak berada pada rentang Rp100.000 hingga Rp1 juta, yakni sebanyak 759.811 transaksi. Selanjutnya, terdapat 575.777 transaksi pada rentang Rp1 juta hingga Rp10 juta dan 104.449 transaksi pada rentang Rp10.000 hingga Rp100.000.
Sementara itu, transaksi pada rentang Rp10 juta hingga Rp100 juta tercatat sebanyak 38.185 transaksi. Kemudian, 1.241 transaksi berada pada rentang Rp100 juta hingga Rp1 miliar, 1.197 transaksi di bawah Rp10.000, serta 28 transaksi di atas Rp1 miliar.
Gus Ipul mengatakan, dari penelusuran data tersebut, terdapat transaksi dengan nilai yang cukup besar. Bahkan, satu transaksi tercatat mencapai Rp2,6 miliar.
“Kalau untuk penerima bansos tadi ada nilainya berapa ya? Rata-rata itu cukup Rp4 juta lebih tadi rata-rata ya, nilai rata-ratanya berapa tadi itu? Rp4 juta lebih itu,” kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
“Yang tertinggi berapa? Jadi ada yang sampai Rp2,6 miliar yang tertinggi itu. Jumlahnya berapa? Rata-ratanya Rp1,9 juta,” tambah Gus Ipul.
Saat ditanyakan mengenai transaksi Rp2,6 miliar tersebut, asistennya menjelaskan bahwa transaksi tersebut dilakukan oleh satu orang. “Yang 2,6 miliar satu orang,” kata asistennya.
Gus Ipul menyebut transaksi tersebut menjadi salah satu hal yang dianggap janggal sehingga pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap profil penerima bansos yang bersangkutan.
“Nah ini yang aneh ini, aneh sekali lah ini sedang kita lihat profilnya, kita akan lakukan ground check. Ya seminggu ke depan insyaallah sudah ada hasil,” pungkasnya.
(Nadya Kurnia)