Kementerian PU Sebut Pemulihan Infrastruktur di Sumatera Hampir Rampung 100 Persen
Pemulihan infrastruktur akibat dampak bencana alam di Sumatera terus dipercepat.
IDXChannel - Pemulihan infrastruktur akibat dampak bencana alam di Sumatera terus dipercepat. Terkini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan sebagian besar akses konektivitas yang dibutuhkan sebagai mobilitas.
Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan percepatan pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Dari akses jalan hingga jembatan yang bisa dilewati, maka bantuan via darat maupun laut bisa tersalurkan sampai ke penerima manfaat atau korban bencana.
“Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan. Kementerian PU hadir untuk memastikan konektivitas itu segera pulih,” kata Dody dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Merujuk catatan Kementerian PU, ada sebanyak 107 ruas jalan nasional terdampak bencana telah kembali fungsional 100 persen, serta 43 unit jembatan telah berfungsi kembali secara penuh. Pada jaringan jalan daerah, penanganan telah dilakukan pada 2.277 ruas jalan dari total 2.421 ruas jalan terdampak (94 persen).
Sementara itu, 792 jembatan dari 1.181 jembatan yang terdampak (67 persen) juga telah ditangani dan kembali beroperasi.
Secara spasial, pemulihan konektivitas juga menunjukkan capaian positif di berbagai provinsi terdampak.
Sedangkan, di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali fungsional, sehingga akses antarwilayah dapat kembali dilalui masyarakat.
Dody memastikan dukungan percepatan pemulihan akses di lapangan bakal membangun jembatan darurat sebagai solusi cepat konektivitas. Sejauh ini ada jembatan Bailey dengan bentang hingga 30 meter dan kapasitas beban mencapai 30 ton, dan jembatan Armco yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Seturut itu, hingga pertengahan April 2026, sebanyak 36 unit jembatan Bailey telah terpasang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyediaan jembatan darurat ini menjadi langkah strategis untuk menjaga mobilitas masyarakat, khususnya pada wilayah yang akses jalannya terputus akibat bencana, sehingga distribusi logistik dan aktivitas ekonomi dapat segera pulih.
Dalam jangka menengah, Kementerian PU juga memperkuat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi melalui peningkatan anggaran, termasuk pada sektor Bina Marga yang naik sebesar Rp7,61 triliun, dari semula Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun. Langkah ini difokuskan untuk penanganan longsoran serta rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan nasional maupun jalan daerah di wilayah terdampak.
“Kami tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana,” tutur Dody.
(kunthi fahmar sandy)