IDXChannel – Di balik kesibukan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), tersimpan kisah perjuangan seorang santri yatim yang kini mampu menopang ekonomi keluarganya. Muhammad Zainuddin Alwi, pemuda asal Bandung Sari, Purwodadi, menjadi salah satu sosok yang merasakan langsung manfaat program tersebut.
Sejak kecil, Alwi tumbuh dalam keterbatasan. Ia kehilangan ayahnya saat masih belia dan menjalani kehidupan sebagai santri di pesantren. Seiring waktu, ia kemudian mengabdi dengan mengajar di pondok tempatnya dahulu dididik. Meski hidup di lingkungan pesantren, Alwi tetap berusaha mandiri dan membantu keluarga.
“Latar belakang saya sendiri dari keluarga, bisa dibilang kurang mampu. Saya bekerja di SPPG Klodran, dan di sini saya tinggal di pondok pesantren,” katanya saat mengisahkan dikutip Selasa (21/4/2026).
Keseharian Alwi terbilang padat. Ia mengajar selepas magrib hingga malam, lalu kembali mengajar setelah subuh. Pada pagi hari, ia juga mengantar santri-santri berangkat ke sekolah. Rutinitas ini dijalaninya setiap hari.
Kesempatan baru datang pada awal 2025, ketika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klodran mulai beroperasi. Alwi kemudian meminta izin kepada kiainya untuk mendaftar dan mendapat restu untuk bergabung.