sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kurangi Beban APBN, BGN Bakal Maksimalkan SPPG Dibiayai CSR Perusahaan dan Hibah Asing

News editor Puteranegara
05/06/2026 04:00 WIB
BGN menyiapkan skema pendanaan alternatif untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
BGN menyiapkan skema pendanaan alternatif untuk menjalankan program MBG terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (Foto: Ist)
BGN menyiapkan skema pendanaan alternatif untuk menjalankan program MBG terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (Foto: Ist)

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan skema pendanaan alternatif untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban APBN terhadap program MBG yang memakan biaya besar.

Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa format lama yang sepenuhnya mengandalkan kas negara kini mulai diubah. Institusinya tengah menjajaki berbagai opsi agar pembangunan dan operasional MBG di kawasan 3T tetap berjalan tanpa membebani keuangan negara.

"Saya belum kita hitung-hitung angka, tapi intinya dulu kan formalitasnya menggunakan (APBN), (SPPG) dibangun dengan pakai seluruhnya anggaran negara. Yang sekarang itu kita coba ada alternatif-alternatif lain," kata Nanik di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Skema pembiayaan alternatif yang dilirik BGN mencakup pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta. Selain itu, BGN juga terbuka untuk memaksimalkan pendanaan yang bersumber dari hibah lembaga atau negara lain.

Nanik menjabarkan bahwa potensi dana di luar APBN sangat terbuka lebar untuk dimanfaatkan. Sejumlah yayasan bahkan diketahui telah menerima hibah khusus untuk mendirikan dapur makanan bergizi.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement