IDXChannel - Pemerintah Irak sedang melakukan studi tentang pembangunan jalur pipa minyak baru dari Basra ke Kirkuk, yang kemudian berlanjuy ke Ceyhan di Turki dan Baniyas di Suriah.
Dilansir dari Al Jazeera pada Senin (20/7/2026), rencana itu disampaikan Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed Khudair pada kantor berita INA milik pemerintah.
"Kami memiliki visi dan strategi yang jelas berdasarkan diversifikasi rute ekspor minyak Irak dan tidak hanya bergantung pada Selat Hormuz," kata Khudair.
Ia mengatakan nota kesepahaman telah ditandatangani dengan konsorsium yang meliputi Chevron dan TE Capital dari Amerika Serikat (AS), bersama dengan UCC asal Qatar.
"Kementerian saat ini sedang melakukan studi tentang bagaimana membangun jalur pipa strategis yang membentang dari Basra ke Kirkuk, dan dari sana ke pelabuhan Ceyhan," kata Khudair.