IDXChannel - Pengadilan lokal Filipina pada Jumat (4//9/2026) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte.
Dilansir dari Xinhua, Pengadilan Negeri Quezon City memerintahkan penangkapannya atas kasus ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Kasus ini terkait pernyataan yang dibuatnya pada 2024. Dalam sebuah konferensi pers, Sara mengaku memerintahkan pembunuhan presiden yang dikenal dengan panggilan Bongbong itu jika ia terbunuh terlebih dahulu.
Sara juga mengancam membunuh Ibu Negara Liza Araneta-Marcos dan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Martin Romualdez.
Pengacaranya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Sara tidak berniat untuk menghindari hukum. Dia akan terus menggunakan semua sarana hukum yang dimilikinya.