Kementrans Bakal Bangun 10 SPPG di Kawasan Transmigrasi Papua
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) siap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan yang dihuni para transmigran
IDXChannel - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) siap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan yang dihuni para transmigran. Sebagai langkah awal, Kementrans bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bakal menggarap 10 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tempat tinggal transmigran yang ada di Papua.
Adapun 10 titik SPPG yang akan dibangun di Papua yakni Raja Ampat, Sorong, Manokwari, Biak Numfor, Nabire, Timika, Asmat, Merauke, Boven Digoel dan Jayapura.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai, pendirian SPPG di tanah Papua bakal menciptakan efek rambatan secara ekonomi. Pasalnya, ada hasil sumber daya pangan yang ikut diolah dan transmigran maupun masyarakat lokal yang terlibat operasional MBG.
Dia mengatakan, pemetaan wilayah transmigrasi yang masuk program MBG selaras dengan usulan berdasarkan hasil riset dari Tim Patriot yang berisikan akademisi lintas kampus. Mereka telah memetakan potensi komoditas pangan yang dapat mendukung jalannya MBG.
"Kami berkomitmen untuk ikut membantu yang menjadi arahan Bapak Presiden yaitu 2.500 SPPG di Papua yang akan dibangun. Yang menjadi titik concern beliau adalah bagaimana kami akan mendukung ekosistemnya, penyediaan bahan-bahan pangannya dan sebagainya," kata Iftitah saat jumpa pers di Hotel Sheraton, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Velix Vernando Wanggai menilai, komoditas pangan Papua selama ini belum dioptimalkan, baik secara ketahanan pangan maupun nilai ekonominya.
Velix mengatakan jaminan rantai pasok pangan yang stabil menjadi vital dalam menjamin keberlangsungan MBG di tanah Papua. Perlu ada penguatan yang diprakarsai oleh Tim Patriot agar distribusi pangan bisa berjalan dari hulu ke hilir. Sehingga pihak Komite bakal menggarap kelembagaan SPPG-nya dari sisi mitra strategis.
"Baik yang untuk pemenuhan gizinya, hasil ternak, hasil sayur-mayur, kemudian protein, karbohidrat. Ada pala, ada kopi, ada cokelat, dan juga komoditas lain yang tentu beragam offtaker baik di tingkat nasional maupun di tingkat lokal seperti SPPG MBG ini," ujar Velix.
(Rahmat Fiansyah)