News

Korsel Akan Perluas Pembatasan Kendaraan Jika Harga Minyak Tembus USD120 per Barel

Tim IDXChannel 31/03/2026 06:05 WIB

Pemerintah Korea Selatan berencana memperluas kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan ke masyarakat luas apabila harga minyak global terus meningkat.

Korsel Akan Perluas Pembatasan Kendaraan Jika Harga Minyak Tembus USD120 per Barel. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Pemerintah Korea Selatan berencana memperluas kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan ke masyarakat luas apabila harga minyak global terus meningkat. 

Langkah ini bertujuan untuk menekan konsumsi energi di tengah terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah.

Dilansir dari CNA pada Senin (30/3/2026) Menteri Keuangan Koo Yun-cheol menyatakan pemerintah berpotensi memperluas pembatasan itu jika harga minyak mentah naik ke kisaran USD120-USD130 per barel dari posisi saat ini sekitar USD100-USD110.

Saat ini, pembatasan hanya berlaku untuk kendaraan yang terkait sektor publik.

Jika terwujud, pembatasan skala nasional ini akan menjadi yang pertama sejak Perang Teluk 1991. Pemerintah saat itu memberlakukan sistem rotasi kendaraan 10 hari untuk menghemat energi.

"Jika situasi di Timur Tengah memburuk, peringatan krisis harus dinaikkan ke tingkat tertinggi dan kita perlu membatasi konsumsi," ujar Koo.

Ia juga menyebut pemerintah dapat mempertimbangkan tambahan pemotongan pajak bahan bakar guna meringankan beban masyarakat.

Sebagai negara yang mengimpor sekitar 70 persen kebutuhan minyak mentah dari Timur Tengah, Korea Selatan sangat rentan terhadap gangguan pasokan dan fluktuasi harga akibat ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan sistem rotasi kendaraan lima hari untuk sektor publik, dengan pembatasan penggunaan berdasarkan nomor pelat kendaraan.

Sejumlah perusahaan besar seperti Samsung Electronics dan SK Group juga telah mendukung upaya penghematan energi dengan mendorong karyawan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Selain itu, para pejabat dan anggota parlemen turut mengampanyekan penggunaan transportasi umum dan sepeda melalui media sosial sebagai contoh kepada masyarakat dalam upaya penghematan energi. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE