Kunjungan Wisman ke Jakarta Meningkat 8,7 Persen pada Semester I-2026
Tren kenaikan kunjungan wisatawan terjadi seiring peningkatan aktivitas ekonomi, pariwisata, dan konsumsi masyarakat.
IDXChannel—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jakarta mencapai 1,04 juta kunjungan pada semester I-2026. Meningkat 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan tren kenaikan kunjungan wisatawan terjadi seiring peningkatan aktivitas ekonomi, pariwisata, dan konsumsi masyarakat yang didorong oleh berbagai kegiatan dan festival di Jakarta.
"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga naik 8,7 persen menjadi 1,04 juta kunjungan," kata Pramono dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut Pramono, peningkatan jumlah wisatawan menunjukkan Jakarta tidak lagi hanya dikenal sebagai kota bisnis dan pusat pemerintahan, tetapi juga semakin diminati sebagai destinasi wisata.
"Karena Jakarta, kan, dulu hanya dikenal sebagai kota bisnis, pusat pemerintahan, sekarang mengalami peningkatan untuk wisatawan, kunjungannya naik secara signifikan," ujarnya.
Untuk mendorong aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat, Pemprov menggelontorkan berbagai insentif fiskal bagi penyelenggara kegiatan. Kebijakan itu, menurut Pramono, menghasilkan transaksi ekonomi atau perputaran uang hingga Rp67,5 triliun melalui rangkaian Jakarta Festival.
Selain kunjungan wisman, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Jakarta juga meningkat. Pemprov DKI mencatat jumlah wisatawan domestik naik 6,97 persen menjadi 8,82 juta perjalanan.
"Hal itu ditandai dengan jumlah wisatawan domestik yang naik 6,97 persen menjadi 8,82 juta perjalanan," kata Pramono.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata, Pemprov terus meningkatkan pelayanan transportasi publik dan infrastruktur pendukung yang terintegrasi melalui MRT, LRT Jakarta, Transjakarta, dan Transjabodetabek.
Pramono meyakini peningkatan konektivitas dan mobilitas masyarakat akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta di masa mendatang.
"Kami meyakini bahwa ketika mobilitas ini menjadi lebih baik, mudah-mudahan ini menjadi trigger ekonomi di Jakarta juga menjadi semakin baik karena transportasi adalah salah satu penanda bagaimana Jakarta ekonominya tumbuh dengan baik," ujar Pramono.
(Nadya Kurnia)