News

Lonjakan Kendaraan di Ruas Gilimanuk-Mengwi Capai 40 Persen

Iqbal Dwi Purnama 20/03/2026 08:29 WIB

Lonjakan arus kendaraan di ruas Gilimanuk–Mengwi menjelang Hari Raya Nyepi 2026 tercatat naik lebih dari 40 persen dibanding tahun lalu

Lonjakan Kendaraan di Ruas Gilimanuk-Mengwi Capai 40 Persen (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Lonjakan arus kendaraan di ruas Gilimanuk–Mengwi menjelang Hari Raya Nyepi 2026 tercatat naik lebih dari 40 persen dibanding tahun lalu, menguji kapasitas layanan penyeberangan dan manajemen lalu lintas di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano mengatakan, peningkatan volume kendaraan yang signifikan menyebabkan kepadatan di akses menuju pelabuhan. Data Posko Gilimanuk mencatat, selama 24 jam pada 18 Maret 2026 (H-3), total penumpang mencapai 74.213 orang atau meningkat 65,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, total kendaraan mencapai 23.555 unit atau naik 58,8 persen, dengan kenaikan tertinggi pada kendaraan logistik jenis truk yang melonjak hingga 139,4 persen.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, total penumpang tercatat 457.611 orang atau naik 7,2 persen, sedangkan total kendaraan mencapai 146.447 unit atau meningkat 8,8 persen. Lonjakan ini turut dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat menjelang penutupan lintasan saat Nyepi.

Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP menerapkan sejumlah langkah strategis, seperti pengoperasian sekitar 35 kapal dalam pola sangat padat, penerapan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mempercepat waktu layanan, penambahan kapal perbantuan, serta optimalisasi buffer zone dan rekayasa lalu lintas.

"Antrean dapat terurai hingga nol kilometer sebelum penutupan Nyepi. Ini menunjukkan koordinasi yang solid mampu menghadirkan solusi cepat di lapangan,” ujar Yossianis, dalam keterangan resmi, Kamis (19/3/2026). 

Saat ini, arus kendaraan telah terserap dengan baik melalui sistem buffer zone sehingga pergerakan menjadi lebih terukur. ASDP memastikan akan terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna menjaga kelancaran, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan bahwa momentum krusial terjadi pada Rabu (18/3) malam, saat antrean kendaraan di area pelabuhan berhasil ditekan hingga tidak tersisa sebelum penghentian operasional penyeberangan dalam rangka Nyepi. Per pukul 22.20 WITA, tidak lagi ditemukan antrean di area tollgate Pelabuhan Gilimanuk.

Penghentian sementara operasional dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi, yang berlangsung di sejumlah lintasan utama. 

Penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dihentikan sejak 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB, sementara di Pelabuhan Gilimanuk mulai 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA. Penghentian juga berlaku di lintasan Lembar dan Padangbai pada rentang waktu yang telah ditentukan.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE