News

Menag Ajukan Rp702,98 Miliar untuk Bangun Madrasah hingga Pesantren Terdampak Bencana Sumatera

Achmad Al Fiqri 28/01/2026 21:04 WIB

Usulan tambahan anggaran itu untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah, pesantren, PTKI, dan rumah ibadah lintas agama.

Menag Ajukan Rp702,98 Miliar untuk Bangun Madrasah hingga Pesantren Terdampak Bencana Sumatera

IDXChannel - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajukan anggaran Rp702,98 miliar untuk membangun madrasah, pesantren hingga rumah ibadah yang terdampak bencana Sumatera.

Hal itu diungkapkan Nasaruddin saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

"Kementerian Agama itu mengusulkan kebutuhan lanjutan penanganan pascabencana sebesar Rp702,98 miliar yang direncanakan itu melalui RO direktif presiden tahun 2026," kata Nasaruddin.

Dia menambahkan, usulan tambahan anggaran itu untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah, pesantren, PTKI, dan rumah ibadah lintas agama.

Di sisi lain, dana itu untuk merehabilitasi kantor Kemenag, pendampingan pascabencana, penyediaan mushaf Al-Qur'an, dan bantuan bagi organisasi masyarakat keagamaan. 

"Pengusulan melalui RO (rincian output) direktif presiden ini sebagai bentuk mitigasi atas terbatasnya ruang fiskal Kementerian Agama akibat pemblokiran. Penanganan ini dipandang strategis dan mendesak guna memastikan keberlangsungan layanan dasar keagamaan dan pendidikan keagamaan sekaligus sebagai wujud kehadiran negara dalam pemulihan kehidupan sosial masyarakat pascabencana," kata Nasaruddin.

Dia melanjutkan, ada ribuan satuan layanan keagamaan dan pendidikan terdampak bencana banjir dan longsor Sumatera. Untuk itu, Nasaruddin mengusulkan tambahan anggaran ratusan miliar untuk pemulihan bencana di sana.

"Kemenag tercatat 3.207 satuan layanan keagamaan dan pendidikan terdampak, yaitu meliputi 562 madrasah, 1.033 pondok pesantren, 17 PTKI, 1.593 rumah ibadah lintas agama, serta unit layanan KUA di wilayah terdampak," kata Nasaruddin.

Nasaruddin melanjutkan, dampak bencana itu turut berimplikasi pada terganggunya proses pembelajaran layanan keagamaan serta aktivitas sosial keagamaan masyarakat.

Meski demikian, pihaknya telah menyalurkan bantuan awal pascabencana sebesar Rp75,82 miliar. Total itu bersumber dari APBN sebesar Rp66,47 miliar dan partisipasi Kemenag Peduli sebesar Rp9,35 miliar.

"Bantuan yang telah disalurkan tersebut masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi sarana prasarana yang rusak," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE