News

Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usul Pemindahan Gerbong Wanita KRL

Nur Khabibi 30/04/2026 07:49 WIB

Pernyataan ini disampaikan seusai insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dengan Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur.

Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usul Pemindahan Gerbong Wanita KRL

IDXChannel - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah. 

Di mana, gerbong khusus wanita yang berada di depan dan belakang diperuntukkan bagi penumpang laki-laki. 

Pernyataan ini disampaikan seusai insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dengan Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur.

"Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat," kata Arifah yang dilihat di akun instagram-nya, @arifah.fauzi, Kamis (30/4/2026).

"Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut. Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya," lanjutnya. 

Menurutnya, dalam situasi saat itu seharusnya yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak. Dia pun menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus diutamakan 

"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," katanya. 

Sebelumnya, Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian KRL Commuter Line.

"Tadi kita ngobrol dengan KAΙ (PT Kereta Api Indonesia), itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang? Supaya tidak terjadi rebutan," kata Arifah kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah.Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE