MRT Jakarta Bidik 137 Ribu Pelanggan per Hari hingga Akhir 2026
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 50 juta pelanggan dan 137 ribu pelanggan per hari hingga akhir 2026.
IDXChannel - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 50 juta pelanggan dan 137 ribu pelanggan per hari hingga akhir 2026.
Target ini ditetapkan berdasarkan tren kenaikan pelanggan yang menggunakan layanan MRT Jakarta dari tahun ke tahun.
Mengutip keterangan resmi, Rabu (28/1/2026), sepanjang Januari-Desember 2025, MRT Jakarta mencatatkan total 46.449.629 pelanggan menggunakan layanan MRT Jakarta. Angka ini menunjukkan sekitar 127.259 pelanggan menggunakan MRT Jakarta setiap hari.
Pada Desember 2025, tercatat 141.872 pelanggan setiap hari menggunakan layanan MRT Jakarta. Angka ini melebihi target bulan tersebut, yaitu 122 ribu.
"Jumlah yang melampaui target tahun 2025, yaitu 117 ribu pelanggan per hari," kata MRT Jakarta.
Pada hari kerja Senin—Jumat (weekdays), angka keterangkutan telah mencapai 161.057 pelanggan per hari (dari target 137 ribu) dan pada Sabtu—Minggu (weekend) mencapai 101.584 pelanggan per hari (dari target 85 ribu). Total angka keterangkutan (ridership) pada Desember 2025 mencapai 4.398.037 pelanggan.
Stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi tercatat di Stasiun Dukuh Atas BNI dengan 781.580 pelanggan. Stasiun Blok M BCA dengan 553.599 pelanggan di urutan kedua, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dengan 514.902 pelanggan di urutan ketiga, Stasiun Lebak Bulus BSI dengan 446741 pelanggan di urutan keempat, dan Stasiun Istora Mandiri dengan 324.950 pelanggan di urutan kelima.
MRT Jakarta juga mencatatkan relasi Stasiun Dukuh Atas BNI ke Stasiun Blok M BCA sebagai perjalanan favorit pelanggan dengan 4,18 persen perjalanan dari total perjalanan pada Desember 2025.
Kelima stasiun tersebut merupakan stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya serta bangunan di sekitarnya. Selain integrasi, tingginya penggunaan stasiun tersebut juga dipengaruhi oleh transit mitra feeder, dan program gaya hidup dan event.
"Relasi favorit tersebut menunjukkan Dukuh Atas yang telah tumbuh sebagai kawasan transit integrasi antarmoda dari luar Jakarta menuju kawasan Blok M yang tumbuh sebagai pusat kegiatan masyarakat perkotaan," katanya.
Konsistensi angka keterangkutan saat hari kerja di atas 150-160 ribu pelanggan per hari menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat menggunakan transportasi publik saat weekdays.
Untuk menaikkan angka keterangkutan, MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.
Kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih jauh lagi, moda pengumpan ini juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat.
Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing). Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 22-23 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta.
Terhitung sejak Mei 2023, waktu operasional Ratangga dan stasiun saat akhir pekan yang biasanya mulai pukul 06.00 dan berakhir pada pukul 24.00, menjadi pukul 05.00 hingga 24.00 sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas masyarakat pada akhir pekan di sepanjang jalur MRT Jakarta.
Penambahan jam operasional pun dilakukan saat penyelenggaraan event dengan massa yang besar di sepanjang jalur MRT Jakarta seperti festival seni budaya atau perayaan pergantian tahun baru.
(Dhera Arizona)