IDXChannel - Proyek jalur Mass Rapid Transit (MRT) fase 2 rute Kembangan, Jakarta Barat hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, mengandalkan sebagian besar bantuan modal pihak pengembang properti atau developer. Upaya pendanaan yang diinisiasi PT MRT Jakarta (Perseroda) ini digadang-gadang sebagai alternatif untuk tidak terlalu bergantung APBD Jakarta.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, rencana investasi dari developer masih dalam pembahasan, sebelum akhirnya bisa teken nota kesepahaman (MoU). Masuknya modal swasta memegang peran penting dalam perampungan proyek jalur MRT lintas Timur-Barat (East-West) yang diproyeksikan memiliki panjang jalur 29,9 kilometer (km) dan 14 stasiun ini.
"Kalau kami bisa bangun titik-titik ini, ya itu 60 persen cost dari total cost. Sehingga negara tinggal membangun sisanya tuh 40 persen. Ini adalah skema yang coba kami dorong dalam rangka semangatnya untuk membangun infrastruktur massal, modern, tetapi dari sisi fiskal kita efisien," ujarnya dalam forum diskusi di kantor MRT Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Menurut Tuhiyat, investasi developer di rute Kembangan-Balaraja tinggal menunggu waktu. Para investor menunjukan tanda-tanda ketertarikan atas dasar kepentingan konektivitas yang dapat memudahkan akses ke lokasi perumahan yang mereka bangun. Sedikitnya ada tujuh developer yang diprospek untuk teken nota kesepahaman.