Omzet Rumah Makan di Aceh Tamiang Berangsur Pulih Pascabencana
Dengan dukungan dari petugas Pekerjaan Umum (PU) serta para relawan, Rumah Makan Salero Awak akhirnya dapat kembali beroperasi.
IDXChannel — Semangat kebangkitan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang, Aceh, mulai bergerak usai banjir besar yang melanda sebulan lalu. Salah satunya Ibu Arnis, pemilik Rumah Makan Salero Awak, yang kini mulai berjualan kembali usai melewati masa sulit pascabencana.
Ibu Arnis mengungkapkan, ia baru kembali membuka rumah makannya sekitar enam hari terakhir, setelah melalui proses pembersihan yang panjang dan melelahkan. Lumpur sisa banjir dengan ketinggian hingga satu meter memenuhi seluruh area usaha, membuat peralatan dapur dan perabotan berserakan.
"Tiga minggu (pembersihan). Seminggu kita dengan nyorong (bersihkan) lumpurnya saja. Lumpurnya sedalam satu meter. Posisi alat-alat berserakan. Meja di atas meja, lemari di atas meja,” tutur Arnis seperti dikutip keterangan informasi Jumat (2/1/2025).
Di tengah kerusakan yang ditinggalkan bencana, Arnis memilih untuk memaknai musibah dengan keteguhan hati. Baginya, kehilangan adalah ujian yang harus dikembalikan kepada Sang Mahakuasa.
“Kalau nengok apa, sedih ya, tapi itu hanya titipan kan. Kita kembalikan saja ke Yang Kuasa,” ujarnya. Keputusan untuk bangkit dan kembali berjualan tidak lepas dari rasa tanggung jawab kemanusiaan.
Ibu Arnis mengaku memiliki 15 orang karyawan, sebagian di antaranya merupakan janda dan berada dalam kondisi ekonomi terbatas. Banyak dari para pekerjanya juga kehilangan rumah akibat banjir.
“Dengan nengok pada karyawan saya, rata-rata rumahnya hilang. Habis. Itulah yang membuat ibu bangkit. Rasa kemanusiaan. Kalau gak bangkit kembali, kita mau kasih makan apa. Itulah yang membuat semangat ibu kembali,” ujar dia.
Dengan dukungan dari petugas Pekerjaan Umum (PU) serta para relawan, Rumah Makan Salero Awak akhirnya dapat kembali beroperasi. Meski belum sepenuhnya pulih, roda usaha mulai bergerak. Ibu Arnis menyebutkan omzet penjualan perlahan menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
“Alhamdulillah omzetnya bagus. Walaupun dengan keterbatasan. InsyaAllah ada kehidupan baru di balik musibah ini. Pasti ada peningkatan ekonomi, terutama Indonesia," kata Arnis.
(kunthi fahmar sandy)