News

Pembekalan Calon Manajer KDMP Tanpa Latihan Menembak, Puan Sarankan Materi Manajerial

Achmad Al Fiqri 30/06/2026 13:40 WIB

Puan juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya lima calon manajer KDMP.

Pembekalan Calon Manajer KDMP Tanpa Latihan Menembak, Puan Sarankan Materi Manajerial. (Foto: MNC Media)

IDXChannel— Ketua DPR RI Puan Maharani turut merespons penghapusan materi menembak dari pembekalan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Puan menyarankan agar pembekalan berfokus pada pemberian materi manajerial.

"Memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih baik fokus pada manajerial saja untuk bisa, kelak, nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Lebih lanjut, Puan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya lima calon manajer KDMP. Ia berharap, korban tak lagi bertambah.

"Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya, kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh," kata Puan.

"Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan, nanti akan kami tindaklanjuti," pungkasnya.

Sebelumnya, Kemhan menyatakan bahwa telah menghapus latihan menembak dalam pendidikan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP). 

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan peserta yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak.

Rico memastikan, kegiatan itu tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Selain itu, intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil.

“Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak (yang banyak beredar di media massa dan media sosial) tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program,” katanya, Selasa (30/6/2026).


(Nadya Kurnia)

SHARE